Pragmata Hadirkan Perpaduan Aksi Tembak dan Hacking Paling Unik(Sumber:X/Eurogamer)
INDOZONE.ID - Capcom kembali menghadirkan karya eksperimental yang penuh kejutan lewat Pragmata, game terbaru yang berhasil mencuri perhatian di Gamescom 2025.
Dengan memadukan mekanik third-person shooting dan hacking real-time, Pragmata menghadirkan pengalaman penuh ketegangan yang berbeda dari shooter generasi sebelumnya.
Pragmata membuktikan bahwa Capcom masih berani keluar dari jalur aman industri AAA.
Jika sebelumnya kita mengenal Exoprimal atau Kunitsu-Gami: Path of the Goddess sebagai proyek eksperimental, Pragmata hadir dengan peluang lebih besar untuk masuk ke pasar mainstream.
Alasannya sederhana: ini adalah shooter dengan karakter utama yang lebih membumi bernama Hugh Williams, ditemani android kecil bernama Diana.
Game ini dijadwalkan rilis pada 2026 untuk PC (Steam) dan PS5.
Dalam sesi demo terbaru yang diperlihatkan menjelang Gamescom, pemain bisa merasakan pertarungan seru melawan boss mech walker di sebuah arena berbentuk elevator raksasa yang mengingatkan pada Lost Planet, Vanquish, hingga Watch Dogs.
Pragmata benar-benar terasa seperti “video game sejati”. Kamu akan berperan sebagai Hugh yang ditemani Diana, menghadapi berbagai musuh robot yang dilindungi perisai.
Untuk mengalahkannya, Diana harus melakukan hack terlebih dahulu sebelum kamu bisa menembak. Saat melawan boss, gameplay terasa semakin hidup.
Kamu dibekali tiga senjata utama:
Strategi pertarungan terasa seperti puzzle dinamis.
Misalnya, kamu harus memperlambat musuh dengan stasis net, lalu memanfaatkan shotgun untuk menyerang titik lemah berupa tangki bahan bakar di punggung mech, sementara Diana melakukan hack untuk melemahkan pertahanannya.
Sistem kontrol Pragmata memang menuntut koordinasi jari yang cepat. Kamu akan menembak dengan trigger, sambil menekan tombol wajah untuk hack musuh di tengah pertarungan, sekaligus melompat dan menghindar dengan tombol bahu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Eurogamer.net