Karyawan Activision Blizzard Bentuk Serikat(Sumber:X/Eurogamer)
INDOZONE.ID - Gelombang besar kembali terjadi di industri game.
Tim Story and Franchise Development (SFD) dari Activision Blizzard, resmi mengumumkan pembentukan serikat pekerja bersama Communications Workers of America (CWA).
Langkah ini muncul di tengah situasi penuh ketidakpastian, terutama setelah akuisisi besar-besaran Microsoft senilai $75,4 miliar.
Buat kamu yang mengikuti perkembangan industri game, ini bukan pertama kalinya isu serikat pekerja mencuat di Blizzard.
Sebelumnya, tim Overwatch juga sudah membentuk serikat, 500 karyawan World of Warcraft melakukan hal serupa tahun lalu, dan Raven Software bahkan sudah meratifikasi kontrak serikat pertamanya.
Namun, serangkaian PHK massal yang terus terjadi membuat upaya ini semakin mendesak.
Karyawan merasa perlu perlindungan agar mereka bisa bekerja lebih stabil di tengah badai restrukturisasi.
Baca juga: Karyawan Raven Software Resmi Menangkan Kontrak Serikat Pekerja dengan Microsoft
Beberapa tuntutan utama yang disuarakan tim SFD antara lain:
Banyak karyawan Blizzard tinggal di Irvine, California, yang terkenal dengan biaya hidup tinggi. Mereka berharap Microsoft bisa menyesuaikan gaji agar layak dengan kondisi tersebut.
Gelombang pemutusan hubungan kerja yang terjadi setelah akuisisi Microsoft menjadi salah satu alasan terkuat kenapa serikat pekerja perlu dibentuk.
Karyawan Blizzard khawatir teknologi AI bisa menggantikan peran kreatif mereka. Karena itu, mereka ingin ada regulasi yang memastikan AI dipakai sebagai alat pendukung, bukan sebagai ancaman
Sejak pandemi, sistem kerja jarak jauh terbukti efektif, sehingga banyak pekerja berharap kebijakan ini bisa tetap dipertahankan.
Selama ini banyak keputusan manajemen soal kenaikan jabatan maupun gaji dianggap kurang terbuka. Serikat pekerja ingin ada kejelasan agar semua karyawan merasa adil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Eurogamer.net