Ilustrasi detektif Jubun berbicara tentang hacker palsu. (Istimewa)
INDOZONE.ID - Akhir-akhir ini, banyak individu yang menggembor-gemborkan bila dirinya seorang peretas dengan tujuan untuk menipu dan memanfaatkan masyarakat yang mudah panik. Hal itu juga pernah dialami oleh seorang detektif swasta Indonesia yang dikenal bernama Jubun.
Berdasarkan penuturannya, Jubun yang dekat dengan dunia penyelidikan dan akrab dengan isu aksi retas meretas menceritakan bila ia sempat bertemu dengan seorang influencer yang mengaku jago meretas dan menyebutkan bila ponselnya kemasukan malware dan rentan diretas.
Bermula ketika ia menyaksikan sang influencer ahli IT yang mengunggah di akunnya bagaimana piawainya dia bisa mendapatkan foto pelaku penipuan dengan modus mengaku sebagai pihak bank yang mengirimkan file apk ke ponsel korban.
"Setelah melihat kemampuannya itu, saya sangat tertarik dengan sosoknya. Kemudian saya langsung mengunjungi IG beliau dan saya mengirimkan pesan salam perkenalan via DM. Setelah berhasil mendapatkan nomor Whatsapps. Selanjutnya kami berkomunikasi via WA," kata Jubun melalui keterangan resminya saat dihubungi Indozone.
Baca Juga: 5 Kasus Peretasan Terbesar oleh Hacker yang Sempat Mengguncang Dunia
Setelah obrolan di Whatsapps itulah influencer tersebut mengatakan bahwa ponselnya tidak aman dan mengatakan bahwa isi ponsel saya bisa dilihatnya. Menurut Jubun, awalnya sang influencer ini memang bisa menyebutkan ip address, jenis dan tipe ponselnya. Namun saat diminta untuk menyebutkan lokasinya, sang influencer tak bisa memberikan jawaban.
Tak hanya ponsel, hacker palsu ini juga mengatakan bahwa email Detektif Jubun sangat lemah dan bisa ditembus olehnya.
Jubun pun memberikan gambaran bila sang influencer bisa menembus email pertamanya yang disebut A. Ia pun mencontohkan bisa mengirim pesan dari alamat email A ke email Jubun yang lain yang disebut email B. Saat dilihat, memang dalam email B milik Jubun terdapat notifikasi dari alamat email A yang sudah diretas sang influencer.
Detektif Jubun mengirim email dan memeriksa ponsel. (Dok. Pribadi)
Sempat merasa panik emailnya bisa diretas, Jubun pun berkonsultasi dengan ahli IT yang biasa bekerjasama dengannya. Bahkan juga menghubungi kenalannya di unit cyber Bareskrim Polri.
Dari konsultasi tersebutlah, Jubun mendapat pengetahuan bila kemampuan sang influencer sebagai peretas itu juga bisa dilakukan semua orang. Menurut unit cyber crime dan tim ahli IT, ada banyak cara untuk bisa mengetahui alamat IP address, tipe dan jenis ponsel. Termasuk lokasi yang sebenarnya jauh dari kata akurat.
Baca Juga: FBI Sebut Hacker dari Korea Utara Sebagai Pencuri Crypto Senilai Rp1,4 triliun
"Salah satu caranya adalah menggunakan IP Logger. Saya googling di internet dan baca-baca memang ada banyak cara. Kemudian ada juga aplikasi atau cara untuk mengirimkan email ke orang dengan nama pengirim yang bisa kita setting sesuai kemauan kita," terang Jubun.
"Jadi email saya yang A itu sebenarnya tidak bisa ditembus oleh influencer itu. Ia hanya mengirim email dengan nama pengirim sebagai email A. Ia mengirimkan email dari miliknya pribadi, tapi bisa mengganti alamat email pengirim dengan email milik saya. Jadi seolah-olah ia bisa mengirimkan pesan dari email saya, padahal sih nggak," jelas Jubun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: