Nothing Phone (3a) Lite(Sumber:digitaltrends.com)
INDOZONE.ID - Perusahaan teknologi asal Inggris, Nothing, baru saja merilis smartphone terbarunya yang paling terjangkau, yakni Nothing Phone (3a) Lite.
Meski tampil dengan desain khas transparan ala Nothing dan spesifikasi yang solid di kelasnya, ponsel ini hadir dengan strategi unik yang cukup mengejutkan, yakni ada aplikasi bawaan dan iklan di lockscreen.
Pendiri Nothing, Carl Pei, akhirnya memperkenalkan Nothing Phone (3a) Lite sebagai alternatif ekonomis dari seri flagship mereka.
Secara tampilan dan fitur, ponsel ini memang terasa familiar karena sebenarnya merupakan versi rebranding dari CMF Phone 2 Pro, yang sebelumnya telah dirilis di awal tahun 2025.
Berikut spesifikasi utama Nothing Phone (3a) Lite:
Untuk harga, varian dasar dibanderol £249 (sekitar Rp5 juta) dan mulai tersedia di Inggris pada 1 November 2025.
Sayangnya, Nothing memastikan bahwa ponsel ini tidak akan dirilis di Amerika Serikat.
Nothing Phone (3a) Lite menonjol karena tetap mempertahankan DNA desain khas Nothing, tampilan transparan yang futuristik dan simpel.
Namun, ada satu perbedaan besar yakni ponsel ini hanya memiliki satu lampu Glyph di bagian belakang, bukan sistem Glyph Interface lengkap seperti pada seri flagship.
Untuk menekan harga jual, Nothing mengambil langkah yang jarang dilakukan oleh merek ini sebelumnya, yakni menambahkan aplikasi pra-instal seperti Facebook dan Instagram, serta iklan di layar kunci yang disebut Lock Glimpse.
Kabar baiknya, fitur iklan ini bisa dimatikan melalui pengaturan, jadi kamu tetap bisa menikmati pengalaman penggunaan yang bersih jika mau.
Selain itu, kamera telefoto 50MP (f/1.9) yang biasanya hadir di seri premium kini digantikan oleh lensa makro 2MP (f/2.4) — keputusan yang tampaknya diambil demi efisiensi biaya.
Peluncuran Nothing Phone (3a) Lite menjadi langkah strategis Nothing untuk memasuki pasar ponsel terjangkau, sekaligus memperluas jangkauan mereka ke pengguna yang ingin merasakan desain premium tanpa harga tinggi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Digitaltrends.com