INDOZONE.ID - Xiaomi kembali menarik perhatian publik, namun kali ini bukan karena gebrakan positif. Peluncuran Redmi Note 14 Pro 5G di Indonesia justru menimbulkan kekecewaan, terutama setelah dibandingkan dengan versi China, yakni Redmi Turbo 4.
Perbedaan spesifikasi yang cukup mencolok dan harga yang justru lebih tinggi di Indonesia membuat banyak penggemar bertanya-tanya, apakah Xiaomi mulai meninggalkan prinsip 'spesifikasi tinggi, harga terjangkau'?
Sekilas, Redmi Note 14 Pro 5G di Indonesia memang terlihat menjanjikan. Namun jika dicermati lebih dalam, banyak aspek penting yang mengalami penurunan dibandingkan versi China.
Perbedaan antara kedua model ini memicu pertanyaan besar. Kenapa versi Indonesia, yang lebih mahal, justru memiliki chipset dan teknologi penyimpanan yang lebih rendah?
Ini jelas berdampak pada performa, terutama untuk aktivitas berat seperti multitasking dan gaming.
Baca juga: Redmi Note 14 Series Kini Punya Warna Sand Gold, Harga Turun Mulai Rp300 Ribuan
Banyak yang menduga ini adalah bentuk market segmentation yang tidak adil. Xiaomi, yang dulu dikenal karena membawa produk flagship killer ke Indonesia, kini dianggap menyajikan produk “downgrade” dengan harga premium.
Di sisi lain, ada spekulasi bahwa kebijakan ini bisa dipengaruhi oleh regulasi pajak, biaya logistik, atau struktur pasar lokal yang membuat Xiaomi kesulitan membawa produk dengan spek tinggi tanpa menaikkan harga.
Kekecewaan ini tak hanya menjadi topik hangat di forum teknologi, tapi juga jadi perbincangan seru di berbagai media sosial. Beberapa pengguna menyuarakan kritik mereka secara terbuka.
Di Facebook, seorang pengguna dengan nama akun @Echo To mengungkapkan kekecewaannya terhadap kebijakan produk Xiaomi yang cenderung mengalami downgrade dengan harga yang semakin tinggi.
Pengguna Twitter dengan akun @valekaaa7 pun merasakan hal serupa, mengeluhkan suhu perangkat yang cepat panas meski baru saja bermain game sebentar.
Kekecewaan netizen pada performa Redmi Note 14 Pro 5G. (X@MobileLegendsBangBangID)
Hal ini juga dirasakan oleh pengguna Instagram dengan nama akun @shifaptri21, yang menyatakan bahwa Xiaomi kurang cocok digunakan untuk gaming karena daya tahan baterainya yang cepat habis, bahkan setelah beberapa kali mengisi ulang.
"Kurang cocok pokoknya buat dipake seharian, apalagi dipake main game bisa 3-4x ngecas," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: X/@valekaaa7, Gizmochina, TikTok/@EchoTechTalk