INDOZONE.ID - Dalam ajang Computex 2026 di Taipei, Taiwan, Nvidia memperkenalkan chip CPU terbaru mereka, bernama RTX Spark.
Chip yang dijuluki sebagai "superchip" ini dirancang khusus untuk menjalankan berbagai agen AI secara lokal di dalam PC.
Menurut Nvidia, RTX Spark mampu menghasilkan performa hingga 1 petaflop, sehingga cukup kuat untuk menjalankan model AI canggih dan agen virtual seperti OpenClaw maupun Hermes Agent dengan lebih aman dan cepat.
PC berbasis RTX Spark akan mulai hadir pada musim gugur tahun ini melalui berbagai produsen ternama, seperti ASUS, Dell, HP, Lenovo, Microsoft Surface, dan MSI.
Baca juga: CEO Nvidia Ungkap China Bisa Geser Dominasi AS di Industri AI
Salah satu keunggulan utama perangkat ini adalah kemampuannya menjalankan AI langsung di perangkat tanpa harus terus bergantung pada layanan cloud.
Nvidia juga bekerja sama dengan Microsoft untuk menghadirkan sistem keamanan berupa sandbox khusus agar agen AI dapat beroperasi dengan lebih aman.
Selain itu, perangkat RTX Spark akan dibekali kombinasi CPU, GPU, RAM, serta ekosistem perangkat lunak CUDA milik Nvidia yang memungkinkan pengguna menjalankan model bahasa besar (LLM) secara lokal.
Nvidia mengklaim teknologi RTX generasi terbaru ini mampu menghadirkan performa AI yang lebih cepat, kualitas gambar yang lebih baik, serta dukungan fitur AI pada lebih dari 1.000 game dan aplikasi.
Bukan hanya menyasar kreator konten AI, Nvidia juga ingin menarik perhatian para gamer. Lebih dari 100 pengembang perangkat lunak Windows dikabarkan telah mendukung platform ini, termasuk Adobe, Blender, ComfyUI, Riot Games, dan Xbox.
Namun, visi Nvidia sebenarnya jauh lebih besar dari sekadar meningkatkan performa PC.
Baca juga: Nvidia Jual 1 Juta Chip ke Amazon, Total Transaksi Bisa Tembus Rp15.000 Triliun!
CEO Nvidia, Jensen Huang, membayangkan masa depan di mana pengguna tidak lagi harus membuka aplikasi, mengklik menu, atau mengetik banyak perintah. Cukup memberikan instruksi kepada AI, lalu komputer akan menyelesaikan pekerjaan secara otomatis.
"Kamu cukup meminta sesuatu, dan PC akan mengerjakan," kata Huang seperti dilansir TechCrunch, Selasa (2/6/2026).
Hingga saat ini, para produsen belum mengungkap detail spesifikasi maupun harga resmi RTX Spark.
Banyak pihak memperkirakan PC ini akan menjadi versi Windows dari mini komputer DGX Spark yang saat ini dijual Nvidia untuk pengembang dengan harga sekitar 4.800 dolar AS atau sekitar Rp78 juta.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Techcrunch.com