INDOZONE.ID - CEO Nvidia Jensen Huang mengungkapkan kekhawatirannya terhadap posisi Amerika Serikat dalam persaingan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) global.
Dalam wawancara pada Dwarkesh Podcast, Jensen Huang menyoroti ancaman nyata dari DeepSeek, yang tidak lain adalah perusahaan AI China yang kian mandiri dari teknologi AS.
Baca juga: Nvidia Jual 1 Juta Chip ke Amazon, Total Transaksi Bisa Tembus Rp15.000 Triliun!
Kekhawatiran terbesar Huang adalah soal model terbaru DeepSeek kemungkinan akan berjalan di atas chip Ascend buatan Huawei bukan lagi chip Nvidia.
"Hari ketika DeepSeek pertama kali berjalan di teknologi Huawei, itu akan menjadi hasil yang buruk bagi negara kami," ujarnya seperti dikutip Indozone, Selasa (2/6/2026).
Bukan sekadar soal chip
China tak mengejar ketertinggalan chip dengan cara biasa. Perusahaan-perusahaan di sana menggabungkan banyak chip sekaligus, mengoptimalkan perangkat lunak, dan menekan biaya lewat energi murah serta tenaga ahli yang melimpah hasilnya tetap kompetitif.
Baca juga: Trump Akhirnya Setujui Nvidia Jual Chip H200 ke Cina, Apa Dampaknya untuk Teknologi AI?
Huang menegaskan, persaingan AI kini bergeser: bukan lagi soal siapa yang punya chip paling canggih, tapi siapa yang menguasai ekosistem secara menyeluruh.
Huang juga menyindir kebijakan ekspor AS yang dinilainya kontraproduktif. Pembatasan terlalu ketat justru mendorong China membangun teknologi sendiri dan akhirnya merugikan industri AS sendiri.
"Kenapa tidak buat regulasi yang lebih seimbang agar Nvidia bisa menang secara global?" tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Dwarkesh Podcast