Sabtu, 21 FEBRUARI 2026 • 16:05 WIB

OpenAI Siapkan Anggaran Rp9.000 Triliun demi Kuasai Komputasi AI Hingga 2030

Author

Open AI. (REUTERS/Dado Ruvic)

INDOZONE.ID - Perusahaan di balik ChatGPT, OpenAI, tengah menyiapkan langkah raksasa di dunia teknologi.

Sebuah sumber yang mengetahui masalah ini mengungkapkan kepada Reuters, Jumat (20/2/2026), bahwa OpenAI menargetkan total belanja komputasi (compute spend) sekitar $600 miliar atau setara lebih dari Rp9.000 triliun hingga tahun 2030. 

Investasi kolosal ini menjadi fondasi persiapan perusahaan menuju penawaran umum perdana (IPO) yang nilainya bisa mencapai $1 triliun.

Kinerja Moncer dan Investasi Raksasa Nvidia

Rencana ambisius ini didukung oleh kinerja keuangan yang impresif. 

Pendapatan OpenAI di tahun 2025 mencapai $13 miliar, melampaui proyeksi awal yang sebesar $10 miliar. 

Baca juga: Persaingan OpenAI vs Anthropic Ciptakan Momen Canggung di Panggung KTT AI India

Di saat yang sama, efisiensi juga terjaga dengan belanja tahunan sebesar $8 miliar, di bawah target $9 miliar.

Kabar ini juga beriringan dengan langkah raksasa chip, Nvidia, yang dikabarkan hampir merampungkan investasi senilai $30 miliar di OpenAI. 

Investasi ini merupakan bagian dari putaran penggalangan dana yang menargetkan lebih dari $100 miliar. 

Jika terwujud, nilai perusahaan yang dipimpin Sam Altman ini akan melonjak menjadi sekitar $830 miliar, menjadikannya salah satu penggalangan dana swasta terbesar dalam sejarah.

Baca juga: AI Gemini Kini Perluas Kemampuan, Bisa Ciptakan Lagu Lewat Deskripsi Teks

Target Pendapatan Fantastis dan Biaya Operasional yang Membengkak

Dengan suntikan dana dan belanja komputasi masif tersebut, OpenAI memproyeksikan pendapatan yang tak kalah fantastis. 

Perusahaan menargetkan total pendapatan lebih dari $280 miliar pada tahun 2030, yang akan terbagi hampir merata antara unit konsumen dan perusahaan.

Namun, ambisi besar ini juga diiringi tantangan biaya operasional. 

Menurut laporan The Information, OpenAI memberi tahu investor bahwa biaya menjalankan model AI (inference) meningkat empat kali lipat pada tahun 2025. 

Akibatnya, margin kotor yang disesuaikan (adjusted gross margin) turun menjadi 33% dari posisi 40% di tahun sebelumnya. 

Baca juga: Kumpulan Prompt AI dan Cara Bikinnya yang Benar, Biar Hasil Gambar Auto Keren!

Ini menunjukkan bahwa meski pendapatan membubung, biaya untuk menjaga mesin AI tetap "berpikir" juga melonjak drastis.

CEO OpenAI, Sam Altman, tahun lalu sempat menyatakan komitmen perusahaan untuk menggelontorkan dana $1,4 triliun guna mengembangkan sumber daya komputasi hingga 30 gigawatt. 

Jumlah itu cukup untuk memberi daya listrik bagi sekitar 25 juta rumah di Amerika Serikat. 

Langkah ini menegaskan bahwa perlombaan di era AI tidak hanya soal kecerdasan model, tapi juga siapa yang paling kuat secara infrastruktur komputasi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Reuters

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU