INDOZONE.ID - Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) bukan teknologi yang tiba-tiba muncul di era sekarang. Jauh sebelum AI jadi bagian dari kehidupan sehari-hari, konsep ini sudah dipikirkan para ilmuwan puluhan tahun lalu.
Pertanyaannya, siapa pencipta AI dan siapa saja tokoh penting di balik perkembangannya?
Siapa Pencipta AI?
Bicara soal asal-usul AI, nama John McCarthy wajib ada di urutan pertama. Ia adalah ilmuwan yang mempelopori sekaligus mencetuskan istilah AI pada tahun 1955.
Istilah ini pertama kali diperkenalkan dalam sebuah pertemuan legendaris bernama Konferensi Dartmouth pada tahun 1956. Di sana, McCarthy bersama 10 ilmuwan komputer lainnya mulai mengeksplorasi bagaimana cara agar mesin bisa belajar dan bernalar seperti manusia.
Baca juga: HPN 2026: Menkomdigi Tegaskan AI Tak Boleh Gantikan Peran Jurnalis Manusia
Jauh sebelum itu, di tahun 1950-an, McCarthy sudah membentuk kelompok riset di Massachusetts Institute of Technology (MIT).
Jejak sejarah ini makin kuat ketika baru-baru ini John Hopfield dan Geoffrey Hinton dianugerahi Nobel Fisika 2024, atas jasa mereka mengembangkan jaringan saraf buatan yang jadi fondasi AI modern.
Tokoh Penting Dibalik Perkembangan AI
1. Alan Turing
Alan Turing adalah matematikawan jenius yang merancang konsep mesin universal, cikal bakal komputer modern yang kamu pakai sekarang.
Lewat makalahnya di tahun 1950, ia memperkenalkan Turing Test, sebuah metode untuk menguji apakah mesin sudah punya kecerdasan yang setara dengan manusia atau belum.
2. John McCarthy
Selain ngasih nama AI, McCarthy juga mengembangkan bahasa pemrograman bernama LISP. Bahasa ini dulu jadi andalan utama untuk ngembangin kecerdasan buatan.
Visi McCarthy sangat simpel, ia ingin AI bisa bantu manusia memecahkan masalah kompleks yang nggak bisa diselesaikan sendirian.
3. Geoffrey Hinton
Hinton adalah sosok di balik teknologi pengenalan suara dan gambar yang sering kita pakai. Dia menemukan algoritma backpropagation, yang membuat jaringan saraf buatan (jaringan neural) bisa belajar dari kesalahan dan makin pintar setelah dikasih banyak data.
4. Yoshua Bengio
Bersama Hinton, Bengio adalah kunci di balik revolusi deep learning. Fokus utamanya adalah membuat algoritma pembelajaran yang efisien dan bisa belajar sendiri, tanpa harus terus-menerus disuapi data oleh manusia (unsupervised learning).
Baca juga: Godfather of AI Angkat Suara: Perilaku AI Modern Kian Mengkhawatirkan
Saat ini, Bengio juga aktif mengawal agar pengembangan AI tetap etis dan nggak merugikan manusia.
5. Fei-Fei Li
Kalau kamu suka fitur cari foto berdasarkan objek, kamu telah menggunakan teknologi yang dikembangkan Fei-Fei Li.
Ia memimpin proyek ImageNet, sebuah database raksasa berisi jutaan gambar untuk ngelatih AI supaya bisa melihat dan ngenalin objek dengan akurat. Selain teknis, dia juga sangat vokal soal etika AI agar teknologi ini dikembangkan untuk kesejahteraan umat manusia.
Dari hanya sekadar teori di atas kertas, sekarang AI sudah bisa bantu kita ngerjain tugas sampai nemenin keseharian.
Memahami sejarah ini bikin kita sadar kalau teknologi itu adalah alat, dan masa depannya tetap ada di tangan kita sebagai penggunanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Telkom University, Unesa