Kamis, 15 JANUARI 2026 • 10:42 WIB

ChatGPT Health Resmi Diluncurkan, Aman atau Justru Bahaya?

Author

Ilustrasi Chatgpt Health dari laman resminya (Open AI).

INDOZONE.ID - OpenAI resmi meluncurkan fitur terbaru bernama ChatGPT Health

ChatGPT Health tersedia dalam tab khusus di dalam ChatGPT yang memungkinkan pengguna mengunggah rekam medis, hasil laboratorium, hingga riwayat kesehatan pribadi. 

Peluncuran ini dilakukan sebagai respons atas meningkatnya kebutuhan masyarakat global akan AI kesehatan.

Fitur ini memungkinkan pengguna menghubungkan data dari aplikasi kesehatan populer seperti Apple Health, MyFitnessPal, dan platform pelacak kebugaran lainnya. 

Baca juga: Razer Bikin Gebrakan Tak Biasa: AI Desk Companion Bikin Waifu Kamu Jadi Nyata!

Dengan data tersebut, ChatGPT Health diklaim mampu membantu pengguna memahami hasil tes medis, merangkum kondisi kesehatan, hingga menyusun pertanyaan yang lebih tepat sebelum berkonsultasi dengan dokter. 

OpenAI menyebut pengembangan fitur ini melibatkan masukan dari lebih dari 260 dokter lintas spesialisasi.

Dalam penjelasan resminya, OpenAI menegaskan bahwa ChatGPT Health tidak dirancang untuk menggantikan peran tenaga medis profesional. 

“Fitur ini dibuat untuk membantu pengguna memahami informasi kesehatan mereka, bukan untuk mendiagnosis atau menentukan pengobatan,” ujar pihak OpenAI. 

Pernyataan ini sekaligus menegaskan batas penggunaan AI dalam ranah medis yang selama ini menjadi perdebatan.

Baca juga: Google Gratiskan Fitur Gemini AI 3 di Gmail, Ini Cara Kerja & Manfaatnya

Namun, di balik kemudahan tersebut, isu privasi data kesehatan menjadi sorotan utama. 

OpenAI mengklaim data kesehatan pengguna disimpan secara terpisah dari percakapan umum dan tidak digunakan untuk melatih model AI. 

Pengguna juga diberikan kendali penuh untuk menghapus data kesehatan mereka kapan saja. 

“Data Health dipisahkan dari sistem utama dan berada di bawah kontrol pengguna,” jelas OpenAI dalam keterangannya.

Meski demikian, sejumlah pakar mengingatkan bahwa data medis yang dibagikan ke chatbot AI belum sepenuhnya berada di bawah perlindungan hukum kesehatan seperti HIPAA di Amerika Serikat. 

Kondisi ini memunculkan kekhawatiran tentang potensi celah keamanan dan penggunaan data di masa depan. 

Baca juga: ChatGPT vs Gemini Mana yang Lebih Jago untuk Riset?

Seorang dokter yang terlibat dalam diskusi pengembangan fitur ini menyebut, “AI bisa sangat membantu menjelaskan hasil lab, tetapi keputusan medis tetap harus berada di tangan dokter dan pasien.”

Selain privasi, akurasi informasi juga menjadi perhatian. 

AI tetap bergantung pada data yang diberikan pengguna, sehingga informasi yang tidak lengkap berisiko menghasilkan respons yang kurang tepat. 

Dalam konteks inilah ChatGPT Health diposisikan sebagai alat pendukung, bukan sumber utama pengambilan keputusan kesehatan.

Peluncuran ChatGPT Health berawal dari pengembangan ChatGPT sebagai chatbot berbasis kecerdasan buatan yang pertama kali diperkenalkan ke publik pada November 2022. 

Baca juga: Persaingan AI Semakin Ketat, Mana Lebih Unggul antara ChatGPT dan Gemini?

ChatGPT sendiri merupakan teknologi AI yang dirancang untuk memahami dan merespons bahasa manusia secara alami, mulai dari menjawab pertanyaan hingga membantu analisis informasi. 

Seiring meningkatnya penggunaan ChatGPT untuk topik kesehatan, OpenAI kemudian menghadirkan ChatGPT Health sebagai ruang khusus agar pembahasan medis dapat dilakukan dengan konteks yang lebih terstruktur dan personal.

ChatGPT dikembangkan oleh OpenAI, perusahaan riset kecerdasan buatan asal Amerika Serikat yang didirikan oleh Sam Altman, Elon Musk, Greg Brockman, dan sejumlah tokoh teknologi lainnya. 

Di bawah naungan OpenAI, ChatGPT terus berevolusi dari sekadar chatbot percakapan menjadi alat bantu lintas bidang, termasuk kesehatan. 

Baca juga: Konten AI Kian Menguasai Media Sosial 2026, Ini Tantangan dan Peluangnya!

Kehadiran ChatGPT Health pun menjadi lanjutan dari perjalanan panjang ChatGPT dalam menjawab kebutuhan pengguna akan teknologi AI yang semakin relevan dengan kehidupan sehari-hari, khususnya dalam memahami data dan informasi kesehatan pribadi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Time.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU