Project AVA Kira, AI companion besutan Razer (Razer.com).
INDOZONE.ID - Razer mencuri perhatian publik teknologi saat Consumer Electronics Show (CES) 2026 di Las Vegas.
Perusahaan perangkat gaming asal Amerika Serikat itu memperkenalkan Project Ava, sebuah perangkat holografik AI yang mampu menghadirkan avatar interaktif setinggi 5,5 inci di atas meja kerja atau gaming.
Perangkat silinder transparan ini dirancang untuk menjadi asisten digital nyata, bukan sekadar aplikasi di layar komputer.
Ketika diaktifkan dan terhubung melalui USB-C ke PC, Project Ava menampilkan hologram karakter yang dapat berinteraksi, memberikan saran, mengingatkan jadwal, hingga membantu strategi permainan.
Baca juga: Apple Dirumorkan Siapkan Kamera iPhone 200 MP, Baru Rilis 2028
Salah satu fokus utama sorotan media adalah avatar Kira, karakter ala anime yang mendapat julukan “waifu di dalam botol” karena tampilannya yang menarik dan estetika yang sempat jadi bahan pembicaraan netizen.
Namun perangkat ini tidak hanya menampilkan satu karakter, Razer juga memperkenalkan beberapa persona digital lain termasuk Zane, karakter bergaya maskulin edgy, serta avatar bertema budaya populer dan esports.
Razer menyatakan bahwa AI pada Project Ava akan terus dikembangkan untuk mendukung berbagai model bahasa dan persona lebih luas.
Sistem saat ini menggunakan teknologi dari X AI (Grok), namun platformnya dirancang terbuka sehingga dapat mendukung model lain seperti Gemini atau ChatGPT di masa depan.
Baca juga: ChatGPT vs Gemini Mana yang Lebih Jago untuk Riset?
Perangkat ini dilengkapi dengan dual far-field microphone, speaker internal, serta kamera HD dengan sensor pencahayaan lingkungan yang memungkinkan AI melihat dan merespons kondisi di sekitar pengguna.
Pengguna juga dapat mematikan mikrofon untuk privasi, dan Razer menyatakan akan menambahkan penutup fisik kamera pada versi ritel.
Project Ava saat ini telah membuka reservasi dengan deposit USD 20, dengan rencana peluncuran resmi dan pengiriman ke konsumen dijadwalkan pada paruh kedua 2026, meskipun harga akhir perangkat belum diumumkan secara resmi.
Langkah Razer ini menunjukkan tren baru dalam teknologi AI yang tak lagi terbatas pada suara atau teks, tetapi hadir secara visual dan kontekstual di lingkungan pengguna, membuka perdebatan tentang masa depan interaksi manusia-mesin.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Engadget