Jumat, 31 OKTOBER 2025 • 15:34 WIB

In This Economy, Kok Bisa Orang Masih Ramai Beli Gadget?

Author

Ilustrasi toko hp. (Indozone/Dewi)

INDOZONE.ID - Di tengah situasi ekonomi yang sering membuat orang berpikir dua kali sebelum belanja besar, tren pembelian gadget justru menunjukkan arah sebaliknya. Permintaan terus tumbuh, terutama di gerai dan platform Digiplus, yang kini dikenal sebagai salah satu destinasi favorit pencinta teknologi di Indonesia.

Gadget Bukan Lagi Barang Mewah, Tapi Kebutuhan Utama

Kalau dulu smartphone dianggap barang luxury, sekarang sudah jadi kebutuhan premier. “Kayaknya semua orang nggak mungkin nggak punya gadget,” ujar Head of Marketing MAPTECH for Digiplus Dwita Satyanti di sela Grand Opening Digiplus Mall Kelapa Gading Jakarta.

Menurut Dwita, sejak pandemi, fungsi gadget meluas, yang berfungsi sebagai alat komunikasi hingga penunjang kerja dan belajar anak-anak.

Menariknya, Digiplus menyediakan rentang harga yang sangat beragam, dari mulai Rp1 jutaan hingga flagship premium. Jadi, siapa pun bisa menemukan gadget yang sesuai kebutuhan dan kemampuan.

Baca juga: Penjualan Monster Hunter: Wilds Anjlok, Kalah dari Game Lama Capcom!

Buy Now, Pay Later Dorong Pertumbuhan Penjualan

Ternyata di situasi ekonomi sekarang, penjualan gadget semakin meningkat. Pertumbuhannya pun positif sehingga tak membuat orang merasa kesulitan. 

“Surprisingly sih, potensinya terus tumbuh ya,” kata Head of Operations West Digiplus Soni Chandra Thawab, dalam kesempatan sama. 

Salah satu kunci pertumbuhan ini adalah kemudahan pembayaran. Jika dulu transaksi gadget hanya bisa lewat tunai, debit, atau kartu kredit, kini masyarakat dimanjakan dengan fitur “Buy Now Pay Later” (BNPL) yang didukung banyak partner finansial.

Dari kemudahan ini, penjualan meningkat signifikan, dan semakin banyak konsumen yang bisa meng-upgrade gadget tanpa harus menunggu lama.

Fungsional vs Estetika

Kalau bicara selera, masyarakat Indonesia ternyata punya dua kubu besar: yang mengutamakan fungsi dan yang mengejar desain estetik.

“Sekarang semua brand juga berlomba menghadirkan produk yang beda, ada yang lipat, ada yang ultra tipis, bahkan warna-warna baru,” jelas Soni.

Menariknya, banyak orang kini punya dua gadget, satu untuk urusan pribadi, satu untuk pekerjaan. Gadget kerja biasanya fokus pada fungsi, seperti kemampuan multitasking, desain grafis, atau email. Sedangkan gadget pribadi lebih condong ke kamera, gaming, dan media sosial.

Baca juga: Gak Perlu ke Klinik, Kini Konsultasi Dokter Langsung Bisa di Samsung Health

Brand Paling Diburu di Digiplus 2025

Tahun ini, ada beberapa brand menunjukkan performa luar biasa. Apa saja?

Apple — iPhone 17 jadi primadona utama, sementara permintaan iPhone 16 juga masih tinggi.

OPPO — Melalui seri terbaru X9, OPPO membuka blind pre-order eksklusif.

Xiaomi — Siap meluncurkan varian baru yang ditunggu para penggemar value for money.

Motorola — Produk eksklusif yang hanya bisa dibeli di gerai ini, menjadi daya tarik tersendiri bagi pencinta gadget retro-modern.

Dengan semakin banyaknya pilihan brand dan seri, gerai ini berhasil menjangkau berbagai segmen pasar, dari pelajar hingga profesional muda.

Ekspansi Cepat ke Seluruh Indonesia

Digiplus kini sudah memiliki 86 gerai di seluruh Indonesia, termasuk cabang baru di Mall Ratu Indah Makassar, Batam, dan bahkan Kendari. Targetnya, sebelum akhir tahun 2025 jumlah gerai akan menembus 90 lokasi.

Jadi in this economy, ternyata orang Indonesia tetap semangat beli gadget, karena kini bukan sekadar gaya hidup, tapi kebutuhan pokok untuk terkoneksi, bekerja, dan berkreasi. Dengan strategi harga terjangkau hingga sistem pembayaran fleksibel. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU