Hasil survei Ipsos juga memperlihatkan hal serupa. Secara umum, masyarakat Asia punya tingkat pengetahuan yang lebih tinggi tentang produk dan layanan AI.
Berdasarkan Survei Statista Consumer Insights 2024, Indonesia berada di peringkat keempat dunia dengan 41 persen responden menyatakan mereka menggunakan AI dalam kehidupan sehari-hari.
Baca juga: OpenAI Siapkan Perangkat AI Baru: Speaker Pintar, Kacamata, hingga Wearable
Namun, ada kesenjangan antara antusiasme masyarakat dengan kemampuan praktis untuk benar-benar membangun teknologi AI. Dengan itu, AICO Community menghadirkan program edukasi yang langsung bisa dipraktekkan.
Sebagai bentuk komitmen, AICO Community menggelar Program Nasional Digital AI (Workshop PANDAI) bertajuk “Bikin AI dari Nol”, bekerja sama dengan Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN).
Acara ini berlangsung pada Selasa, 23 September 2025 di Auditorium ISTN, Jakarta. Fokus utama workshop ini adalah memperkenalkan literasi teknis, sehingga masyarakat tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga kreator AI.
Dengan metode pembelajaran bertahap, peserta diajak memahami dasar hingga praktik pembuatan model AI.
Kegiatan ini diikuti lebih dari 400 peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen, hingga praktisi.
Peserta mendapatkan berbagai materi, meliputi pengenalan tentang AI dan Large Language Model (LLM), pemahaman tentang dataset dan proses tokenisasi, praktik pelatihan model GPT sederhana, serta demonstrasi langsung pembuatan AI yang interaktif.
Workshop juga termasuk diskusi mendalam terkait dampak sosial serta etika penggunaan AI.
Komdigi dan Kemenparekraf Apresiasi Inisiatif AICO
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menyampaikan apresiasinya terhadap AICO Community yang mempelopori workshop PANDAI: Bikin AI dari 0.
"Saya mengapresiasi AICO Community yang mempelopori program ini. Harapannya, makin banyak generasi muda Indonesia yang lahir sebagai talenta digital unggul,” kata Nezar pada video virtual yang ditayangkan.
Kehadiran pejabat pemerintah juga menandai dukungan lebih jauh.
Dandy Yudha Feryawan, Direktur Teknologi Digital Baru Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, menekankan pentingnya percepatan adopsi teknologi AI.
“Dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak bisa terpisahkan dari AI. Indonesia saat ini berada dalam tahap early adopters dalam kurva AI, kurva teknologi. Artinya kita baru masuk ke dalam tahap memanfaatkan teknologi ini. Karena itu kita perlu dorong lebih lanjut lagi untuk bisa early majorities dan syukur-syukur kita bisa tahap ke innovators. Workshop (PANDAI) hari ini tujuannya untuk mengenalkan teman-teman bukan hanya sebagai pengguna AI saja,” ujar Dandy dalam sambutannya.
Dari sisi komunitas, Reynaldi Francois, Co-Founder AICO Community, menegaskan bahwa workshop ini didesain untuk melahirkan pencipta teknologi.
"Lewat workshop Bikin AI dari Nol, kami mengajak 400 peserta yang hadir bukan hanya jadi konsumen, tapi pencipta AI, arsitek yang bikin model AI sendiri dan kembangkan solusi lokal untuk Indonesia. Di sini kita belajar bahwa AI bukan sihir, ada matematika, logika, dan kode di baliknya. Harapannya, ilmu ini bisa jadi langkah awal untuk melahirkan AI yang nyata manfaatnya, misalnya membantu petani di Garut, mendukung UMKM di Tanah Abang, atau membuat algoritma diagnosis penyakit bagi rumah sakit di Papua,” jelas Reynaldi.
Baca juga: ChatGPT Bisa Minta ID: OpenAI Hadirkan Kontrol Orangtua dan Sistem Prediksi Usia
Indonesia termasuk negara dengan minat tinggi terhadap adopsi kecerdasan buatan (AI) berdasarkan data global.
Menyadari potensi ini, AICO sebagai komunitas AI terkemuka di Indonesia berupaya menghubungkan berbagai pihak seperti akademisi, komunitas, dan pemerintah untuk bersama-sama mengembangkan teknologi AI di tanah air.
Workshop PANDAI: Bikin AI dari Nol menjadi bukti nyata pemanfaatan momentum tersebut. Program ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan masyarakat agar tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pencipta teknologi AI.
Upaya ini bertujuan mengurangi jarak antara minat masyarakat dan kemampuan teknis yang dibutuhkan.
Melalui kerja sama yang solid antara komunitas, kalangan akademis, dan pemerintah, Indonesia berpotensi menjadi aktor signifikan dalam perkembangan AI di tingkat global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Press Release