INDOZONE.ID - Google diam-diam merilis aplikasi AI eksperimental bernama Google AI Edge Gallery, yang memberikan gambaran menarik tentang bagaimana teknologi kecerdasan buatan (AI) bisa dijalankan langsung di smartphone tanpa internet.
Aplikasi ini kini sudah tersedia di Play Store dan bisa dicoba di perangkat seperti Google Pixel 10 Pro.
Baca juga: Pembaruan Google Discover Hadirkan Fitur Baru: Ikuti Kreator hingga Atur Umpan Sesuai Minatmu
Apa Itu Google AI Edge Gallery?
Berbeda dengan aplikasi AI populer seperti ChatGPT atau Gemini yang bergantung pada server online, Google AI Edge Gallery memungkinkan model AI berjalan langsung di perangkat.
Artinya, kamu bisa:
- Mengedit gambar, meringkas teks panjang, hingga transkripsi audio secara offline.
- Menjaga data pribadi tetap aman karena tidak perlu dikirim ke server eksternal.
- Mendapat respons lebih cepat berkat model AI yang sudah dioptimalkan untuk perangkat.
Aplikasi ini mirip seperti “toko AI”, di mana kamu bisa memilih dan mengunduh model AI sesuai kebutuhan, bukan aplikasi terpisah.
Kelebihan dan Manfaat
Dengan Google AI Edge Gallery, kamu tetap bisa bekerja dengan AI meski kehabisan kuota data atau berada di lokasi tanpa internet.
Beberapa contoh manfaatnya:
- Membuat ringkasan laporan panjang menjadi poin-poin singkat.
- Mengidentifikasi objek atau gambar melalui kamera.
- Mengubah file PDF menjadi catatan praktis.
- Menjalankan model AI khusus untuk penelitian akademis.
Google menyediakan model AI ringan dari seri Gemma, yang mendukung teks, gambar, hingga audio.
Selain itu, kamu juga bisa mencoba model dari pihak lain seperti Phi-4 Mini (Microsoft), Llama (Meta), hingga Qwen (Alibaba).
Semua model tersebut dioptimalkan dengan runtime LiteRT, yang dirancang khusus untuk performa AI di perangkat.
Keterbatasan dan Tantangan
Sayangnya, aplikasi ini tidak bisa berjalan di semua ponsel.
Google AI Edge Gallery butuh chip dengan NPU khusus AI serta RAM minimal 8GB agar bisa berfungsi optimal.
Selain itu, meski mendukung impor model dari TensorFlow atau PyTorch, pengguna perlu pengetahuan teknis untuk mengonversi file ke format tertentu sebelum dijalankan.
Dalam pengujian, beberapa model bekerja cepat dan akurat, seperti Gemma 3n-E2B yang bisa merangkum audio dalam hitungan detik.
Namun, ada juga model lain yang cenderung lambat atau bahkan error saat dijalankan di GPU.
Masa Depan AI di Smartphone
Walau belum bisa menggantikan Gemini atau chatbot online sepenuhnya, Google AI Edge Gallery membuka jalan menuju AI yang lebih privat, cepat, dan sepenuhnya offline.
Seiring perkembangan chip dengan akselerasi AI yang makin kuat, aplikasi seperti ini berpotensi menjadi pusat ekosistem AI di smartphone masa depan.
Baca juga: Riset Terbaru: Bahaya Google Gemini bagi Anak Potensi Terjerumus Narkoba dan Dampak Negatif Lain
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Digitaltrends.com