Apple Perlu Tingkatkan AI di iPhone (Sumber:digitaltrends.com)
INDOZONE.ID - Bagi banyak pengguna, termasuk penulis, ekosistem Apple telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Mulai dari MacBook, Apple Watch, hingga iPhone, semua perangkat bekerja saling terhubung dengan mulus.
Namun, di era kecerdasan buatan yang berkembang pesat, investasi di ekosistem saja tidak cukup untuk membuat pengguna tetap setia.
Baca juga: iPhone 17 Resmi Rilis, Apple Juga Hadirkan AirPods Pro 3 dan Apple Watch Terbaru
Apple memang telah memperkenalkan Apple Intelligence, sistem AI yang diklaim untuk semua orang. Beberapa fiturnya meliputi Siri yang lebih pintar, Image Playground, serta alat tulis cerdas.
Sayangnya, kemampuan ini dinilai masih tertinggal jika dibandingkan dengan pesaing seperti Gemini Voice di Google Pixel maupun Galaxy AI pada perangkat Samsung terbaru. Siri, misalnya masih terlihat kaku.
Berbeda dengan Gemini atau Copilot, yang bisa memahami perintah tanpa kalimat terstruktur, Siri masih membutuhkan format tertentu. Hal ini membuat pengalaman pengguna terasa kurang fleksibel.
Apple mencoba mengatasi keterbatasan dengan membuka akses Siri ke ChatGPT.
Kini, Siri dapat menghubungkan pertanyaanmu ke ChatGPT, baik dengan akun gratis maupun berbayar, untuk jawaban yang lebih mendalam.
Meski begitu, proses ini tidak selalu mulus. Siri harus menganalisis pertanyaan terlebih dahulu, lalu memutuskan apakah perlu bantuan AI tambahan.
Akibatnya, respons menjadi lebih lambat dibandingkan jika kamu langsung menggunakan ChatGPT, Gemini, atau Galaxy AI.
Selain Siri, Apple juga menghadirkan:
Fitur terakhir ini cukup praktis karena terintegrasi ke seluruh ekosistem Apple. Kamu bisa menyorot teks apa pun lalu memilih opsi ringkasan tanpa perlu aplikasi tambahan.
Namun, sebagian fitur lain masih terasa kurang maksimal dan membutuhkan aplikasi terpisah, yang membuat pengguna lebih memilih alternatif seperti ChatGPT atau Gemini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Digitaltrends.com