INDOZONE.ID - OpenAI, perusahaan di balik ChatGPT, resmi mengumumkan langkah besar untuk memasuki dunia ketenagakerjaan digital.
Tidak hanya meluncurkan sertifikasi AI resmi, OpenAI juga tengah membangun platform pencarian kerja yang digadang-gadang akan menjadi pesaing LinkedIn.
Baca juga: OpenAI Siapkan Kesepakatan Besar, ChatGPT Plus Bisa Dinikmati Seluruh Negara
Sertifikat AI untuk Tenaga Kerja Masa Depan
OpenAI menilai keterampilan di bidang kecerdasan buatan kini menjadi salah satu komoditas paling dicari di pasar kerja global.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, mereka memperkenalkan OpenAI Certification, sebuah program sertifikasi yang akan membantu pencari kerja menunjukkan kompetensi mereka dalam teknologi AI.
Melalui sertifikat ini, perusahaan dapat lebih mudah menilai kemampuan kandidat, sekaligus memberi jaminan bahwa mereka benar-benar menguasai keahlian yang dibutuhkan.
OpenAI menargetkan 10 juta warga Amerika bisa mendapatkan sertifikasi ini sebelum dekade berakhir.
Platform Pekerjaan OpenAI, Saingan Baru LinkedIn
Selain sertifikat, OpenAI juga menyiapkan platform rekrutmen yang mirip LinkedIn.
Bedanya, fokus utama platform ini adalah mempertemukan talenta yang menguasai AI dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja di bidang tersebut.
Platform ini akan menjadi jembatan antara pencari kerja dengan perusahaan besar, usaha kecil, hingga instansi pemerintah.
Lebih menarik lagi, OpenAI berencana memanfaatkan kecerdasan buatan untuk mencocokkan kandidat dengan posisi kerja yang paling sesuai, sehingga proses rekrutmen menjadi lebih cepat dan akurat.
Fondasi dari OpenAI Academy
Sebagai bagian dari ekosistem, OpenAI Academy yang sudah lebih dulu tersedia akan menjadi basis utama pembelajaran.
Akademi ini menyediakan beragam materi gratis seputar AI yang dapat diakses siapa saja.
Dari sinilah para peserta bisa mempersiapkan diri sebelum mengikuti ujian sertifikasi resmi.
Dukungan Pemerintah terhadap Literasi AI
Pemerintah Amerika Serikat juga menunjukkan dukungan penuh pada inisiatif ini.
Pada April lalu, Presiden Donald menandatangani perintah eksekutif untuk mempercepat pendidikan berbasis AI.
Tujuannya adalah membekali generasi muda dan pendidik dengan keterampilan modern yang relevan dengan kebutuhan pasar.
Selain itu, Departemen Tenaga Kerja AS juga mengacu pada Workforce Innovation and Opportunity Act yang menekankan pentingnya literasi AI.
Program nasional bertajuk AI Action Plan bahkan mendorong berbagai lembaga pemerintah untuk menjadikan pengembangan keterampilan AI sebagai prioritas utama dalam alokasi dana pendidikan dan tenaga kerja.
Dengan kombinasi sertifikasi resmi dan platform pencarian kerja khusus AI, OpenAI berambisi membentuk ekosistem baru bagi dunia profesional.
Baca juga: Perbandingan Hasil Prompt di Gemini AI vs ChatGPT
Bagi kamu yang ingin meningkatkan karier di era digital, langkah ini bisa menjadi peluang besar untuk membangun profil yang lebih kompetitif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Digitaltrends.com