INDOZONE.ID - Kehadiran kecerdasan buatan (AI) dalam dunia perfilman terus memicu perdebatan.
Sebagian pihak menganggapnya sebagai ancaman terhadap kreativitas manusia, sementara yang lain melihatnya sebagai inovasi tak terelakkan.
Kini, langkah terbaru datang dari Fable, sebuah studio yang didukung investasi Amazon, yang berencana membangkitkan kembali mahakarya hilang Orson Welles, The Magnificent Ambersons.
Baca juga: CEO PlayStation: Studio First-Party Harus Berani Ambil Risiko Jangan Main Aman
Misteri 43 Menit Rekaman yang Hilang
Saat dirilis pada tahun 1942, film The Magnificent Ambersons kehilangan sekitar 43 menit rekaman asli yang disutradarai Welles.
Bagian penting tersebut dihancurkan, lalu digantikan dengan versi yang berakhir lebih bahagia, meskipun tidak sesuai dengan visi sang kreator.
Welles sendiri pernah mengungkapkan kekecewaannya, menyebut bahwa film tersebut “dihancurkan” hingga membuatnya hancur hati.
Pada tahun 2021, Turner Classic Movies bersama Joshua Grossberg sempat membuat dokumenter bertajuk The Search for the Lost Print untuk mencari rekaman asli tersebut.
Namun, versi asli yang kerap dijuluki sebagai “Cawan Suci perfilman” masih menjadi misteri hingga sekarang.
AI Jadi Alat Rekonstruksi Mahakarya
Edward Saatchi, pendiri Fable sekaligus mantan eksekutif Meta Oculus, menjelaskan bahwa perusahaan akan menggunakan AI untuk merekonstruksi bagian film yang hilang.
Proyek ini akan menggabungkan arsip foto lama, naskah, hingga storyboard, lalu dipadukan dengan teknik sinematografi modern.
Menurut laporan The Hollywood Reporter, Fable juga berencana melakukan pengambilan gambar dengan aktor sungguhan.
Selanjutnya, wajah serta pose para aktor akan disesuaikan menggunakan teknologi AI agar tetap menyerupai pemeran asli.
Menariknya, Brian Rose, pembuat film yang pada 2023 mencoba merekonstruksi sebagian adegan dengan animasi juga akan terlibat membantu Fable dalam proyek ini.
Bukan untuk Tujuan Komersial
Meskipun hasil rekonstruksi ini berpotensi menjadi terobosan besar, Fable menegaskan bahwa film versi AI tersebut tidak akan dikomersialkan.
Hal ini karena mereka belum memperoleh hak resmi dari Warner Bros. Discovery maupun Concord sebagai pemilik lisensi sah.
Baca juga: BioShock 4 Alami Guncangan: PHK di Cloud Chamber, Mantan Bos Diablo Pimpin Studio
Kritik dari Keluarga Orson Welles
Sayangnya, langkah Fable menuai protes dari pihak keluarga Welles.
Dalam pernyataannya kepada Variety, keluarga merasa kecewa karena tidak diberi tahu sebelumnya tentang proyek ini.
Mereka menilai upaya tersebut seolah hanya menunggangi kejeniusaan Welles untuk kepentingan publisitas.
Proyek rekonstruksi The Magnificent Ambersons ini memperlihatkan bagaimana AI bisa menjadi alat penting dalam melestarikan sejarah perfilman.
Namun, perdebatan etika terkait hak cipta dan penghormatan terhadap karya asli tetap menjadi tantangan besar.
Apakah teknologi ini akan benar-benar membawa kembali mahakarya yang hilang, atau justru memicu kontroversi baru di industri film, masih harus kita tunggu hasilnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Digitaltrends.com