Rabu, 17 SEPTEMBER 2025 • 13:40 WIB

OpenAI Hadirkan Critterz, Film Animasi AI Pertama yang Siap Tayang di Cannes

Author

OpenAI Hadirkan Critterz(Sumber:digitaltrends.com)

INDOZONE.ID - OpenAI, perusahaan di balik ChatGPT dan alat teks-ke-video Sora, kini melangkah lebih jauh ke dunia hiburan.

Mereka resmi mengumumkan proyek film animasi berjudul Critterz, yang sebagian besar diproduksi menggunakan teknologi AI milik OpenAI.

Film ini dijadwalkan tayang perdana di Festival Film Cannes pada Mei mendatang sebelum dirilis di bioskop global.

Baca juga: OpenAI Siapkan Kesepakatan Besar, ChatGPT Plus Bisa Dinikmati Seluruh Negara

Apa Itu Critterz?

Critterz bercerita tentang sekumpulan makhluk hutan yang memulai petualangan setelah desa mereka diganggu oleh pendatang asing.

Ide cerita ini berasal dari Chad Nelson, seorang spesialis kreatif OpenAI, dan diproduksi bersama dua studio: Vertigo Films (London) serta Native Foreign (Los Angeles).

Menariknya, meski menggunakan teknologi AI, film ini tetap melibatkan naskah yang ditulis manusia.

Beberapa penulis dari Paddington in Peru ikut menyumbangkan cerita.

Seniman manusia juga menggambar sketsa awal, yang kemudian diproses oleh software AI OpenAI untuk menghasilkan animasi.

Selain itu, pengisi suara tetap dilakukan oleh aktor sungguhan, bukan suara sintetis AI.

Produksi Lebih Cepat dan Murah

Salah satu hal yang membuat Critterz unik adalah proses produksinya yang sangat efisien.

Jika biasanya film animasi butuh waktu bertahun-tahun, OpenAI menargetkan Critterz rampung hanya dalam sembilan bulan, kurang dari sepertiga waktu produksi animasi tradisional.

Dari sisi anggaran, film ini disebut menelan biaya kurang dari $30 juta, jauh lebih rendah dibandingkan film animasi besar lain yang sering menghabiskan ratusan juta dolar.

Meski begitu, tim produksinya terbilang kecil, hanya sekitar 30 orang yang terlibat langsung.

Baca juga: GPT-4o Kembali ke ChatGPT: OpenAI Mundur Setelah Terima Kritik Pengguna

AI dan Masa Depan Industri Film

Langkah OpenAI ini muncul di tengah perdebatan besar mengenai penggunaan AI di dunia hiburan.

Banyak kreator yang khawatir teknologi ini bisa mengancam profesi seniman, animator, hingga penulis.

Namun, bagi perusahaan besar, AI dianggap sebagai peluang untuk mempercepat produksi sekaligus memangkas biaya.

Jika Critterz sukses di pasaran, film ini bisa menjadi titik balik bagi industri animasi global.

Hollywood dan studio lainnya mungkin akan semakin berani mengintegrasikan AI dalam proses kreatif, dari pra-produksi hingga distribusi.

Dengan Critterz, OpenAI bukan hanya memamerkan kemampuan teknologinya, tetapi juga menguji sejauh mana AI bisa berperan dalam menciptakan karya seni berskala Hollywood.

Apakah Critterz akan menjadi terobosan besar atau sekadar eksperimen? Jawabannya akan segera kamu lihat saat film ini meluncur di Cannes 2025.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Digitaltrends.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU