INDOZONE.ID - Fitur AI Overview dan Mode AI di Google Search memang dirancang untuk mempermudah pencarian informasi.
Namun, belakangan ini muncul kasus serius di mana AI justru mengarahkan pengguna ke nomor layanan pelanggan palsu yang dijalankan oleh penipu.
Hal ini meningkatkan risiko penipuan online yang semakin marak dengan bantuan teknologi AI.
Baca juga: 10 Trik Pakai Google Photos yang Jarang Diketahui Tapi Bikin Hidup Lebih Mudah
Kasus Terbaru: Nomor Palsu di AI Overview
Seorang pemilik perusahaan real estat, Alex Rivlin, berbagi pengalaman buruknya saat mencari nomor layanan pelanggan Royal Caribbean melalui Google.
Hasil AI Overview justru menampilkan nomor palsu yang ternyata milik penipu.
Rivlin bahkan sempat memberikan detail kartu kreditnya sebelum akhirnya sadar dan berhasil menyelamatkan diri di detik terakhir.
Kasus serupa juga ditemukan pada pencarian nomor Southwest Airlines.
AI Overview menampilkan nomor kontak yang tidak tercantum di situs resmi maskapai.
Penipu kemudian mencoba menagih ratusan dolar hanya untuk memperbaiki kesalahan kecil pada tiket.
Modus Penipuan Lewat AI Search
Banyak laporan dari pengguna internet menunjukkan bahwa pencarian nomor layanan pelanggan melalui Google kini penuh jebakan.
Seorang pria berusia 65 tahun kehilangan lebih dari USD3.000 atau Rp48 jutaan setelah mencari "pusat panggilan Swiggy" di Google.
Saat diuji ulang, Mode AI Google bahkan tetap menampilkan beberapa nomor yang tidak ada di situs resmi Swiggy, padahal platform tersebut jelas menegaskan tidak punya layanan call center.
Beberapa nomor yang muncul ternyata hanya untuk keperluan internal mitra, bahkan ada yang terhubung ke laporan keluhan palsu di situs pihak ketiga.
Mengapa Ini Bisa Terjadi?
Para ahli keamanan menjelaskan bahwa penipu memanfaatkan situs dan forum dengan konten buatan pengguna untuk menyebarkan nomor telepon palsu.
Ketika AI Google mengambil data dari sumber-sumber tersebut, nomor palsu ikut ditampilkan seolah-olah resmi.
Menurut Lily Ray, VP Strategi & Riset SEO di Amsive, penjahat siber telah menemukan celah dengan “membanjiri internet menggunakan nomor layanan palsu untuk perusahaan besar.”
Lebih parahnya lagi, laporan dari ITBrew menunjukkan peretas bisa memanipulasi model AI seperti Gemini agar menyisipkan nomor dukungan palsu langsung dalam ringkasan jawaban.
Respons Google
Google mengakui masalah ini dan menyatakan terus menghapus entri tidak dapat dipercaya dari AI Overview.
Namun, mereka juga menekankan bahwa pengguna tetap harus berhati-hati saat mencari informasi kontak melalui AI Search.
Tips Aman Mencari Nomor Layanan Pelanggan
Untuk melindungi diri dari jebakan nomor palsu, berikut beberapa langkah yang bisa kamu lakukan:
1. Selalu cek situs resmi perusahaan untuk menemukan kontak layanan pelanggan.
2. Jangan percaya begitu saja pada hasil AI Overview atau Mode AI Google.
3.Hindari menyebutkan detail pribadi atau kartu kredit melalui telepon sebelum yakin nomor tersebut asli.
4.Laporkan nomor palsu jika kamu menemukannya agar tidak memakan korban lain.
AI di Google Search memang membantu menghemat waktu, tapi kasus ini membuktikan bahwa teknologi pintar pun bisa disalahgunakan penipu.
Jadi, kalau kamu sedang butuh nomor dukungan pelanggan, jangan hanya mengandalkan AI Search.
Pastikan selalu mengunjungi situs resmi untuk mendapatkan informasi yang benar dan aman.
Menurut kamu, Google seharusnya menghentikan sementara fitur AI Overview sampai sistemnya lebih aman, atau cukup dengan memperketat filter sumber datanya?
Baca juga: Cara Pakai Google Maps Tanpa Internet, Solusi Praktis untuk Para Traveler
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Digitaltrends.com