INDOZONE.ID - Sejak kemunculannya tahun lalu, Perplexity AI berhasil menarik perhatian dunia teknologi, sebagai salah satu chatbot AI paling populer.
Didukung GPT-5 dari OpenAI—model yang juga menjadi dasar ChatGPT dan Copilot—Perplexity tampil berbeda dari mesin pencari tradisional seperti Google.
Alih-alih memberikan daftar tautan, Perplexity menyajikan informasi dalam bentuk obrolan interaktif yang lebih mudah dipahami.
Bagi kamu yang penasaran dengan perkembangan dunia AI, berikut penjelasan lengkap tentang apa itu Perplexity, cara menggunakannya, berapa biayanya, hingga perangkat apa saja yang mendukungnya.
Baca juga: Mengenal Lebih Dekat Perplexity, Ini Pengertian, Kelebihan, dan Limitnya
Apa Itu Perplexity AI?
Perplexity adalah mesin pencari berbasis AI yang merangkum informasi dari web, untuk menjawab pertanyaan pengguna secara langsung.
Kamu bisa menanyakan apa saja, lalu Perplexity akan memberikan jawaban dengan sumber rujukan yang jelas melalui format percakapan.
Berbeda dengan Google yang hanya menampilkan daftar situs, Perplexity langsung menyajikan inti informasi dari sumber-sumber tersebut.
Keunggulannya, AI ini selalu menampilkan data terkini karena tidak memiliki batas waktu pengetahuan.
Namun, perlu diingat bahwa, kualitas jawaban sangat bergantung pada keakuratan sumber yang diambil.
Pada Oktober 2024, Perplexity meluncurkan dua fitur penting:
- Pencarian Pengetahuan Internal: memungkinkan AI mengakses file pribadi pengguna maupun organisasi, untuk jawaban yang lebih relevan.
- Spaces: ruang kolaborasi tempat pengguna bisa berbagi dokumen, kode, atau konten lain, mirip dengan Canvas di ChatGPT.
Selain itu, Perplexity juga mulai menghadirkan iklan dalam bentuk pertanyaan lanjutan bersponsor, serta memperkenalkan fitur belanja yang mengintegrasikan pencarian sekaligus pembelian produk.
Sejarah dan Perkembangan Perplexity
Startup ini berdiri pada Agustus 2022 oleh Aravind Srinivas (CEO), Denis Yarats (CTO), dan Andy Konwinski.
Pada Desember tahun yang sama, mereka merilis produk komersial pertama bernama Perplexity Ask, yang kemudian berkembang dengan fitur lanjutan.
Pada Februari 2023, chatbot ini resmi berganti nama menjadi Perplexity dan hadir sebagai ekstensi Chrome.
Popularitasnya melonjak pesat, dengan 2 juta pengguna aktif bulanan pada Maret 2023, dan meningkat hingga 15 juta pada Oktober 2024.
Cara Menggunakan Perplexity
Untuk mencoba, kamu cukup membuka perplexity.ai tanpa harus membuat akun. Namun, jika ingin menyimpan riwayat pencarian, sebaiknya mendaftar akun gratis menggunakan email, Google, atau Apple.
Beberapa fitur yang bisa kamu akses:
- Home: obrolan langsung dengan AI.
- Discover: rangkuman berita terkini.
- Spaces: unggah dokumen dan atur instruksi khusus.
- Library: menyimpan percakapan yang sudah dilakukan.
Selain itu, terdapat menu fokus untuk memilih sumber pencarian, mulai dari web umum, jurnal akademis, hingga media sosial.
Kamu juga bisa melampirkan file (maksimal tiga per hari untuk pengguna gratis) atau menjalankan pencarian Pro yang lebih mendalam.
Perangkat yang Mendukung Perplexity
Kamu bisa menggunakan Perplexity melalui browser di laptop atau PC, serta lewat aplikasi khusus di MacOS, iOS, dan Android.
Meski fungsinya sama, aplikasi menawarkan antarmuka yang lebih ringkas untuk mendukung produktivitas.
Versi Terbaru Perplexity
Per Agustus 2025, versi terbaru adalah 2.250731.0 yang hadir dengan integrasi GPT-5.
Pembaruan ini membawa kemampuan baru, termasuk menghasilkan video yang bisa diputar langsung dalam aplikasi, serta peningkatan performa dan stabilitas.
Kontroversi Perplexity
Meski populer, Perplexity juga menghadapi kritik tajam. Pada 2024, sejumlah penerbit besar menuduhnya melakukan pelanggaran hak cipta karena mengambil konten tanpa izin.
Forbes, Conde Nast, hingga The New York Times sempat mengeluarkan peringatan hukum, bahkan NewsCorp menggugat perusahaan ini atas dugaan pelanggaran hak cipta berskala besar.
Masa Depan Perplexity
Perplexity terus berinovasi dengan pembaruan rutin, mulai dari fitur reservasi restoran melalui OpenTable hingga notifikasi harga produk.
Dengan dukungan GPT-5, bukan tidak mungkin Perplexity akan menjadi pesaing serius mesin pencari besar dalam waktu dekat.
Perplexity AI bukan sekadar chatbot, melainkan mesin pencari generasi baru yang mengubah cara kamu mencari informasi.
Dengan fitur-fitur canggih, integrasi GPT-5, dan kemampuan menampilkan jawaban secara langsung, Perplexity menawarkan pengalaman berbeda dibandingkan Google.
Namun, kontroversi soal hak cipta dan ketergantungan pada sumber informasi tetap menjadi tantangan yang harus diatasi.
Jika kamu ingin mencoba mesin pencari berbasis AI yang lebih interaktif, Perplexity layak untuk dicoba.
Baca juga: Panduan Lengkap Pakai Microsoft Copilot: Begini Cara Daftar hingga Kelola Akun
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Digitaltrends.com