INDOZONE.ID - Selama puluhan tahun, catur menjadi tolok ukur untuk menguji kecerdasan buatan.
Sejak Deep Blue milik IBM mengalahkan Garry Kasparov pada 1997, dunia menilai AI sudah melampaui kemampuan manusia dalam permainan strategi. Namun, jalannya tidak selalu lurus.
Baru-baru ini, grandmaster Norwegia Magnus Carlsen berhasil menaklukkan ChatGPT, dalam pertandingan catur tanpa kehilangan satu buah bidak pun. Yang menarik, persaingan antarmodel AI pun mulai muncul.
Awal Agustus lalu, ChatGPT berbasis GPT-o3 bahkan berhasil mengalahkan Grok, chatbot AI dari xAI yang dipimpin Elon Musk, dalam turnamen catur daring.
Baca juga: Tecno Umumkan HiOS 15 dengan UI yang Lebih Baik dan Fitur AI Baru
Tantangan Bermain Catur Melawan Bot AI
Bagi kebanyakan pecatur, melawan bot AI terasa seperti bertemu lawan dari dunia lain.
Mesin catur modern seperti Stockfish 16 mampu menghitung jutaan posisi dalam hitungan detik, membuat peluang kemenangan pemain amatir nyaris nol.
Di forum catur, banyak yang berpendapat bahwa bot catur bermain dengan pola yang “tidak wajar”.
Ada yang bilang, lebih mudah dikalahkan karena bisa ditebak, tapi banyak juga yang justru frustrasi karena taktiknya terlalu rumit dan sulit dipahami.
Hadirnya Allie: Bot Catur yang Lebih “Manusiawi”
Seorang peneliti dari Carnegie Mellon University (CMU), Yiming Zhang, mencoba menawarkan solusi berbeda.
Terinspirasi serial Netflix The Queen’s Gambit, ia mengembangkan Allie, sebuah bot catur AI yang bermain layaknya manusia.
Berbeda dengan mesin catur konvensional yang hanya fokus pada kalkulasi dingin, Allie dilatih menggunakan 91 juta transkrip permainan antarmanusia.
Hasilnya, cara berpikir, menyerang, dan bertahan terasa lebih alami, mirip gaya main pemain sungguhan.
Dalam penelitian, Allie bahkan bisa 'merenung' saat menghadapi posisi kritis — sesuatu yang biasanya hanya dilakukan manusia.
Seberapa Hebat Allie di Papan Catur?
Meski dirancang agar bermain lebih realistis, jangan anggap enteng Allie. Bot ini sanggup menghadapi siapa pun, mulai dari pemula hingga grandmaster dengan rating 2500 Elo.
Dalam pengujian, kekuatan Allie setara grandmaster meski hanya belajar dari permainan manusia, bukan mesin pencari posisi.
Sejak resmi dirilis, Allie sudah memainkan lebih dari 11.500 pertandingan di platform catur daring Lichess. Hasilnya cukup impresif:
- 6.500 kemenangan
- 4.000 kekalahan
- Lebih dari 500 pertandingan berakhir imbang
Yang membuatnya semakin menarik, Allie sepenuhnya gratis dan open-source, sehingga siapa pun bisa ikut mengembangkannya.
Uji Nyali Kamu Melawan Allie
Buat kamu yang ingin mencoba pengalaman unik melawan bot AI dengan gaya main manusia, Allie bisa dimainkan langsung di Lichess.
Namun, perlu dicatat bahwa Allie saat ini hanya menerima undangan untuk mode Blitz.
Kalau kamu masih ragu untuk langsung berhadapan, kamu bisa terlebih dahulu menonton bagaimana Allie bertanding melawan pemain lain.
Bahkan, kodenya tersedia terbuka di GitHub bagi kamu yang penasaran dengan teknologi di baliknya.
Allie bukan sekadar bot catur AI biasa. Dengan cara bermain yang menyerupai manusia, ia menawarkan pengalaman lebih realistis dibanding mesin catur konvensional.
Bagi pecatur pemula, Allie bisa jadi lawan yang lebih masuk akal untuk belajar. Sedangkan bagi pemain berpengalaman, ia tetap jadi tantangan berat yang tak bisa diremehkan.
Kini, saatnya kamu uji kemampuanmu di papan catur — apakah bisa menaklukkan bot AI yang berpikir layaknya manusia ini?
Baca juga: Nvidia Luncurkan Model AI Baru yang Mengguncang Industri Kecerdasan Buatan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Digitaltrends.com