INDOZONE.ID - Pemerintah menyiapkan peta jalan untuk mempercepat penguasaan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di Indonesia.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan, strategi untuk mempercepat penguasaan teknologi AI dimulai dari pencetakan talenta digital.
"Strategi ini dimulai dengan pencetakan talenta digital melalui program pelatihan berskala nasional, kerja sama dengan perguruan tinggi, serta kolaborasi dengan perusahaan teknologi global untuk mentransfer pengetahuan dan keahlian," kata Meutya dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (16/8/2025).
Baca juga: Rahasia Ninja AI: Cara Pemula Mengoptimalkan ChatGPT dan Gemini untuk Hasil Maksimal
Diharapkan, kata dia, upaya-upaya ini dapat melahirkan talenta-talenta digital di bidang AI yang tidak hanya mampu memanfaatkan teknologi, tetapi juga menghasilkan inovasi.
"Dengan strategi ini, Indonesia diharapkan dapat melompat dari sekadar pengguna menjadi produsen teknologi, memperkuat kedaulatan digital, dan memastikan posisi yang terhormat di panggung ekonomi digital internasional," kata Meutya.
Selain menyiapkan talenta, pemerintah akan memperkuat infrastruktur digital untuk mendukung pengembangan AI, serta mendorong percepatan adopsi AI dalam penyelenggaraan pelayanan publik dan industri strategis.
Baca juga: UI dan Pertamina Luncurkan AI Talent Hub, Kolaborasi Strategi Bangun Ekosistem Kecerdasan Buatan
"Infrastruktur ini menjadi fondasi penting untuk riset, pengembangan, dan implementasi AI di berbagai sektor," kata Meutya.
Sebelumnya, saat menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR 2025 menjelang hari ulang tahun ke-80 RI, Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya penguasaan sains dan teknologi, termasuk AI, dalam upaya untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju.
Presiden mengatakan bahwa penguasaan teknologi penting dalam upaya untuk mewujudkan kedaulatan digital dan kemajuan ekonomi Indonesia, di era persaingan global yang semakin ketat.
"Kita harus menguasai AI, untuk itu kita perlu mencetak talenta-talenta hebat dan meningkatkan kualitas pendidikan kita," katanya di Gedung MPR/DPR RI Jakarta pada Jumat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA