INDOZONE.ID - Apple memang sedang berupaya besar untuk mengejar ketertinggalannya dalam dunia kecerdasan buatan (AI).
Namun, bukan hanya Siri yang butuh perombakan total, Safari pun harus menjadi fokus utama Apple jika ingin bersaing secara serius di ranah AI modern.
Baca juga: iOS 18.6 Resmi Dirilis: Pembaruan Terakhir Sebelum Apple Luncurkan iOS 26
Apple Tertinggal dari Gemini dan Copilot
Hingga kini, Apple belum punya produk AI yang bisa menyamai kesuksesan Google dengan Gemini atau Microsoft dengan Copilot.
Siri, yang seharusnya menjadi ujung tombak Apple di AI, justru tertinggal karena pengembangan yang tersendat dan diprediksi baru selesai di akhir 2026.
Sebagai langkah sementara, Apple menggandeng OpenAI untuk mengintegrasikan ChatGPT ke dalam Siri dan sistem Apple Intelligence.
Tapi diam-diam, Apple juga sedang mengembangkan sistem internal baru yang disebut-sebut sebagai “versi ringan” dari ChatGPT dengan kemampuan pencarian web.
Mesin Jawaban: Inovasi Baru ala Apple
Dilansir Bloomberg, Apple membentuk tim khusus bernama AKI (Answers, Knowledge, and Information) yang sedang mengembangkan mesin pencari berbasis AI.
Sistem ini dirancang untuk menelusuri internet dan memberikan jawaban atas pertanyaan umum, mirip dengan cara kerja ChatGPT.
Apple berencana untuk mengintegrasikan fitur ini tidak hanya ke dalam Siri, tetapi juga ke Spotlight dan Safari.
Spotlight bahkan sudah mendapat peningkatan di macOS Tahoe, dan bisa berkembang menjadi pusat jawaban pintar berbasis data lokal dan web.
Peramban Safari Harus Jadi Fokus Utama
Banyak yang menyoroti bahwa Apple seharusnya memprioritaskan Safari, bukan hanya Siri.
Di era di mana browser seperti Dia dan Comet dari Perplexity membawa kecerdasan AI langsung ke peramban, Safari terlihat tertinggal jauh.
Peramban modern kini bisa mengotomatisasi alur kerja, memberikan jawaban instan, dan memudahkan pengguna dalam mengakses informasi melalui antarmuka yang interaktif.
Browser berbasis AI bahkan sudah menawarkan sistem yang dapat membedakan kapan pengguna ingin pencarian web atau jawaban dari chatbot.
Sebagai contoh, saat kamu mengetik "tas Birkin", sistem akan otomatis masuk ke mode pencarian web.
Namun saat kamu mengetik "di mana membeli tas Birkin", maka akan langsung masuk ke mode tanya jawab berbasis AI.
Siri Masih Terasa Kaku dan Kuno
Saat ini, ketika kamu bertanya pada Siri yang membutuhkan pencarian web, Siri hanya akan menanyakan apakah kamu ingin meneruskan pertanyaan itu ke ChatGPT.
Ini tentu bukan pengalaman pengguna yang mulus.
Sebaliknya, Gemini dan Copilot mampu memberikan jawaban cepat secara langsung tanpa jeda atau konfirmasi tambahan.
Yang mengejutkan, banyak pengguna merasa Gemini justru bekerja lebih baik di iPhone dibanding Siri.
Hal ini memperjelas bahwa Apple masih memiliki jalan panjang untuk menghadirkan asisten digital yang benar-benar andal di era AI.
AI Lebih Cocok di Peramban?
Menurut Aravind Srinivas, pendiri Perplexity, browser adalah platform ideal untuk AI.
Di sana, pengguna bisa mengontrol penuh proses kerja AI, menghentikan tugas jika diperlukan, dan menjaga transparansi interaksi.
Ini adalah hal yang belum bisa ditawarkan oleh chatbot konvensional.
Microsoft telah membuktikan arah ini dengan memperkenalkan Copilot Mode di Edge, yang kini dipenuhi dengan fitur AI praktis untuk produktivitas.
Sayangnya, Safari belum memiliki hal serupa—tidak ada sidebar kontekstual, tidak ada kontrol multi-tab berbasis AI, dan tidak ada agen AI bawaan.
Apple Harus Bergerak Lebih Cepat
Jika Apple benar-benar ingin menguasai masa depan AI, membangun "mesin jawaban" saja tidak cukup.
Apple perlu melihat bagaimana kompetitor seperti Google dan Microsoft bergerak cepat, bukan hanya di sisi chatbot, tetapi juga dalam menyatu dengan browser dan alur kerja pengguna sehari-hari.
Bahkan, bukan hal yang mustahil jika Apple suatu saat mengakuisisi startup AI seperti Perplexity atau Anthropic demi mempercepat inovasi.
Namun satu hal yang pasti, Apple perlu mengambil pendekatan lebih menyeluruh terhadap AI — bukan hanya memperbaiki Siri, tetapi juga menciptakan ekosistem AI yang terintegrasi di seluruh produknya.
Apple mungkin sudah memulai perjalanan AI-nya, tapi jalan yang ditempuh masih panjang dan penuh tantangan.
Siri membutuhkan transformasi besar, tapi jika Apple benar-benar ingin bersaing, perombakan Safari menjadi browser pintar berbasis AI juga harus jadi prioritas utama.
Jangan hanya mengejar ChatGPT, tapi ciptakan pengalaman AI yang menyatu dengan gaya hidup pengguna.
Baca juga: 4 Fitur Wajib di Pixel Watch 4 agar Bisa Saingi Apple Watch dan Galaxy Watch
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Digitaltrends.com