Senin, 07 JULI 2025 • 10:38 WIB

Uni Eropa Tegas Menerapkan Aturan Baru Penggunaan AI, Google dan Meta Harap Ada Penundaan

Author

AI Act yang merupakan aturan baru penggunaan AI yang dikeluarkan oleh Uni Eropa. (REUTERS/Isabel Infantes)

INDOZONE.ID - Uni Eropa menegaskan bahwa aturan baru tentang kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) alam hal ini AI Act akan tetap berjalan sesuai dengan keputusan hukum yang telah ditetapkan. 

Pernyataan ini menepis permintaan dari perusahaan besar seperti Google dan Meta, serta sejumlah negara, yang mendesak agar pelaksanaan AI Act ditunda beberapa tahun.

Dalam beberapa hari terakhir, perusahaan teknologi raksasa asal AS seperti Alphabet (induk Google) dan Meta (induk Facebook), bersama perusahaan Eropa seperti Mistral dan ASML, mengirim surat ke Komisi Eropa agar aturan ini ditunda. 

Baca juga: Hati-hati! Chatbot AI Bisa Ngasih Kalian Informasi Kesehatan yang Salah Tapi Meyakinkan

Mereka mengungkapkan kekhawatiran dengan biaya kepatuhan (compliance costs) yang harus ditanggung perusahaan untuk memenuhi persyaratan dan ditambah aturan ketat yang ditetapkan AI Act.

“Saya sudah melihat banyak laporan, surat, dan komentar soal AI Act. Saya tegaskan sejelas mungkin: tidak ada penghentian, tidak ada masa tenggang, tidak ada jeda,” kata juru bicara Komisi Eropa, Thomas Regnier, dalam konferensi pers pada Jumat (5/7/2025).

Baca juga: AI Ditanya Kalau Jadi Manusia, Ternyata Jawab Gak Ingin Menguasai Dunia!

Ia menambahkan, tenggat waktu hukum sudah diatur dengan jelas. Beberapa ketentuan AI Act sudah mulai berlaku sejak Februari lalu, aturan untuk model AI umum akan dimulai Agustus ini, dan kewajiban bagi model AI berisiko tinggi akan berlaku mulai Agustus 2026.

Di sisi lain, Komisi Eropa berencana menyederhanakan sejumlah aturan digital di akhir tahun ini, termasuk mengurangi kewajiban pelaporan bagi usaha kecil, agar beban regulasi tidak memberatkan bisnis kecil.

Aturan AI Act sendiri dibuat untuk memberikan batasan yang jelas pada teknologi AI, yang kini berkembang pesat dan memainkan peran penting di berbagai sektor ekonomi. Uni Eropa ingin memastikan pengembangan AI berjalan dengan aman dan bertanggung jawab, meski saat ini teknologi tersebut masih didominasi Amerika Serikat dan China.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Reuters

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU