Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 10 APRIL 2026 • 15:05 WIB

Pertarungan AI Cina dan AS, Siapa yang Unggul?

Pertarungan AI Cina dan AS, Siapa yang Unggul?Ilustrasi kecerdasan buatan (AI). (Freepik)

INDOZONE.ID - Pada paruh kedua Abad ke-20, balapan mengembangkan senjata nuklir menyita perhatian para ilmuwan terbaik AS dan Uni Soviet. 

Kini AS berada dalam balapan berbeda dengan lawan berbeda: Cina. Tujuannya adalah mendominasi teknologi, khususnya kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Pertarungan ini berlangsung di lab penelitian, kampus universitas, dan kantor start-up canggih. Para pemimpin perusahaan terkaya dunia dan tingkat tertinggi pemerintahan mengawasinya. Biayanya mencapai triliunan dolar AS.

Masing-masing pihak punya kekuatan. Nick Wright, peneliti ilmu saraf kognitif di University College London (UCL), merangkumnya sebagai pertempuran antara "otak" dan "tubuh". 

Baca juga: Bisnis Kini Berebut Perhatian di Mesin Pencari AI: Cara Baru agar Ditemukan Pelanggan

AS unggul di "otak" AI: dunia chatbot, mikrochip, dan large language models (LLM). Cina unggul di "tubuh" AI: robot, terutama robot humanoid yang mirip manusia.

Pertempuran Dominasi LLM: ChatGPT vs DeepSeek

Pada 30 November 2022, OpenAI meluncurkan chatbot baru. Dunia teknologi langsung terpukau. ChatGPT lahir sebagai large language model (LLM) arus utama pertama yang menganalisis teks dalam jumlah besar untuk mempelajari pola ekspresi ide.

Sekarang, lebih dari 900 juta orang menggunakan ChatGPT setiap minggu. Perusahaan AS seperti Anthropic, Google, dan Perplexity menghabiskan miliaran dolar untuk membuat LLM saingan. 

Kunci keunggulan strategis AS terletak pada mikrochip. Sebagian besar chip komputer berdaya tinggi dunia dirancang oleh Nvidia, perusahaan California yang menjadi perusahaan pertama di dunia bernilai 5 triliun dolar AS.

Baca juga: Komdigi Ingatkan Bahaya AI Tanpa Regulasi, Ancaman Disinformasi hingga Kebocoran Data

Washington menggunakan jaringan kontrol ekspor ketat untuk mencegah Cina mendapatkan chip-chip canggih itu. 

Kebijakan ini diperkuat tajam pada 2022 oleh Presiden Joe Biden. Chip-chip itu sebagian besar dibuat di Taiwan oleh Taiwan Semiconductor Manufacturing Corporation.

Namun Cina melawan balik. Januari 2025, Cina meluncurkan chatbot AI: DeepSeek. Biaya pembuatannya diperkirakan hanya sebagian kecil dari biaya pembuatan LLM AS. 

Nvidia menderita kerugian nilai pasar satu hari terbesar dalam sejarah bursa saham AS: sekitar 600 miliar dolar AS.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: BBC

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Pertarungan AI Cina dan AS, Siapa yang Unggul?

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!