INDOZONE.ID - Penggunaan crypto dan aset digital terus meningkat di Indonesia. Per Oktober 2025, jumlah pengguna sudah menembus 18 juta orang dengan nilai transaksi ratusan triliun rupiah. Anak muda usia 18–24 tahun menjadi pengguna yang paling dominan.
Tren itu terasa dalam acara “Blockvest Goes to Campus: Creativity in AI & Blockchain” di Universitas Pembangunan Jaya (UPJ), Tangerang Selatan. Lebih dari 80 mahasiswa ikut menggali peluang dari perpaduan dua teknologi ini.
Koordinator Kemahasiswaan Informatika UPJ, Prio Handoko, menyebut kolaborasi semacam ini penting agar mahasiswa siap menghadapi tantangan baru di dunia digital.
“Kami mengapresiasi acara ini yang menghadirkan edukasi AI dan blockchain. Data yang semakin kompleks menuntut kita memanfaatkan kedua teknologi ini untuk pengelolaan yang efisien dan aman,” katanya.
Ia juga menegaskan komitmen UPJ membentuk IT Club Web3 dan Blockchain sebagai ruang eksplorasi mahasiswa.
Dalam sesi materi, Blockchain & Crypto Content Specialist Ari Budi Santosa menggarisbawahi bagaimana diskusi soal crypto kini makin sering muncul di kalangan mahasiswa.
“Saat ini crypto tengah menjadi perhatian publik, terutama generasi muda. Literasi crypto dan blockchain perlu ditingkatkan mengingat perkembangannya sangat pesat,” kata Ari.
Menurutnya, pemahaman fundamental akan memudahkan mahasiswa membuka pintu karier di industri aset digital yang terus berkembang.
Setelah itu, giliran Usky AI yang membahas bagaimana teknologi kecerdasan buatan bergerak cepat dan berdampak langsung pada industri kreatif dan digital.
Founder & CTO Usky AI, Isybel Harto, menyebut kolaborasi AI dan blockchain akan menciptakan banyak peluang baru.
“Kombinasi AI dan blockchain membuka kesempatan besar bagi generasi muda untuk menciptakan karier dan inovasi yang baru. Dengan akses teknologi yang makin mudah, kami berharap mahasiswa bisa mengeksplorasinya secara kreatif, kritis, dan bijak,” ujarnya.
Minat mahasiswa terhadap AI juga terlihat dari survei terbaru APJII 2025. Dari 8.700 responden, 27,34 persen mengaku sudah menggunakan teknologi AI. Dari jumlah itu, Gen Z mendominasi dengan 43,7 persen.
Data ini memperkuat tren AI dan blockchain bukan lagi teknologi masa depan, tetapi ruang karier yang sudah terbuka hari ini.
Ari menutup sesi dengan pesan penting bagi mahasiswa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan