Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 22 OKTOBER 2025 • 20:10 WIB

Hati-hati Curhat ke Chatbot Malah Bikin Bingung! Begini Bahayanya Jika Terlalu Percaya AI

Hati-hati Curhat ke Chatbot Malah Bikin Bingung! Begini Bahayanya Jika Terlalu Percaya AIPengalaman Menggunakan Chatbot AI sebagai Terapis(Sumber:digitaltrends.com)

INDOZONE.ID - Kemajuan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) kini sudah merambah ke berbagai bidang, termasuk kesehatan mental. Banyak orang mulai mencoba chatbot AI sebagai teman curhat atau bahkan pengganti terapis.

Namun, seiring dengan meningkatnya ketergantungan pada teknologi, muncul pertanyaan besar: bisakah AI benar-benar memahami emosi manusia?

Baca juga: California Resmi Terapkan UU Baru untuk Atur AI Chatbot: Wajib Ramah dan Aman bagi Pengguna

 
Ketertarikan pada Terapi AI yang Tampak Menjanjikan

Bagi sebagian orang, terapi bisa terasa mahal dan sulit dijangkau karena antrean panjang atau biaya yang tinggi.

Dari sinilah ide untuk menggunakan chatbot AI seperti Google Gemini muncul.

AI dianggap sebagai alat yang bisa mendengarkan tanpa menghakimi, selalu tersedia kapan pun dibutuhkan, dan bisa menjadi tempat aman untuk menyalurkan perasaan.

Di awal percobaan, semuanya terlihat menjanjikan.

Chatbot AI tersebut selalu sopan, cepat merespons, dan mampu “memahami” emosi dengan kalimat seperti “Kedengarannya kamu sedang merasa kewalahan,” atau “Aku mendengar kamu sedang mengalami stres.”

Respons semacam ini memberikan validasi instan yang terasa menenangkan di awal.

Ketika AI Mulai Kehilangan Sentuhan Manusia

Namun, seiring waktu, muncul celah besar dalam “terapi digital” ini. AI ternyata hanya mampu meniru empati, bukan benar-benar memahami.

Dalam terapi sungguhan, seorang terapis tidak hanya mendengarkan, tetapi juga membantu pasien menemukan pola pikir negatif, menggali akar masalah, dan memberikan wawasan baru yang bisa memicu perubahan nyata.

Sebaliknya, chatbot AI cenderung berputar di lingkaran kata-kata empatik tanpa makna yang dalam.

Kalimat seperti “Cobalah berbaik hati pada diri sendiri” atau “Itu pasti pengalaman yang sulit” terdengar hangat di awal, tapi lama-lama terasa kosong.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Digitaltrends.com

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Hati-hati Curhat ke Chatbot Malah Bikin Bingung! Begini Bahayanya Jika Terlalu Percaya AI

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!