Kabinet Merah Putih Pecah Beberapa Kementerian, Akun Medsos Official Kementerian Jadi “Harta Gono-Gini”
INDOZONE.ID - Presiden RI Prabowo Subianto mengumumkan susunan Kabinet Merah Putih periode 2024-2029 di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Minggu (20/10/2024). Dari total 48 kementerian, 21 di antaranya merupakan hasil pemecahan dari sembilan kementerian besar di periode sebelumnya.
Salah satu contoh yang menonjol adalah Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), yang kini dipecah menjadi Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan dan Kementerian Koordinator Masyarakat.
Tidak hanya itu, pemecahan serupa juga terjadi di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), yang kini terpisah menjadi Kementerian Hukum, Kementerian HAM, serta Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Baca Juga: Cara Cepat dan Mudah Memulihkan Akun WhatsApp yang Dicuri
Bahkan di bidang pendidikan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) dipecah menjadi tiga entitas baru yang mengelola bidang masing-masing. Langkah ini diambil dengan harapan setiap kementerian dapat lebih fokus dalam menjalankan tugasnya.
Namun, perubahan struktural ini membawa dampak signifikan bagi kehumasan setiap kementerian, terutama terkait pengelolaan akun media sosial resmi yang sudah menjadi kanal penting dalam menyampaikan informasi publik serta program kerja.
Pemecahan kementerian menciptakan fenomena "harta gono-gini" dalam pengelolaan akun media sosial (medsos). Hal ini menimbulkan persoalan krusial tentang kepemilikan, manajemen konten, hingga peralihan tanggung jawab pengelolaan akun-akun yang sudah memiliki banyak pengikut dan reputasi.
Permasalahan ini semakin nyata di kementerian-kementerian yang selama ini dikenal sangat masif dalam mengoptimalkan media sosial sebagai media informasi dan komunikasi, seperti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).
Baca Juga: Cegah Pemerasan Seksual atau Sextortion Remaja, Meta Tambah Fitur Keamanan di Instagram
Keduanya telah memanfaatkan media sosial secara efektif untuk menjangkau publik luas, sehingga perubahan pengelolaan akun dapat mempengaruhi strategi komunikasi digital yang sudah dibangun selama bertahun-tahun.
Pemecahan kementerian ini tidak hanya menuntut penyesuaian pada tingkat operasional internal, tetapi juga pengaturan strategi digital yang mampu menyesuaikan dengan wajah baru kementerian masing-masing.
Menjaga konsistensi pesan, kepercayaan publik, serta kelancaran transisi kepemilikan akun media sosial menjadi tantangan besar yang harus segera diatasi. Mengingat peran media sosial yang semakin krusial, solusi atas persoalan ini menjadi langkah penting untuk memastikan komunikasi publik tetap berjalan efektif dan efisien.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan