INDOZONE.ID - Meta menambahkan fitur-fitur keamanan baru di Instagram, yang khusus untuk melindungi remaja dari pemerasan seksual atau sextortion.
Langkah ini diambil karena Meta terus menerima banyak kritik soal privasi dan keamanan pengguna muda di aplikasinya.
Kali ini, fokus utamanya adalah memperketat perlindungan dari ancaman pemerasan seksual yang sering menargetkan remaja.
Dengan pembaruan ini, Meta mengklaim akan membuat lebih sulit bagi akun yang berpotensi melakukan penipuan untuk menargetkan remaja.
Baca Juga: 5 Syarat Mendapatkan Verifikasi Centang Biru Instagram Secara Gratis
Misalnya, jika ada akun yang mencurigakan mencoba mem-follow atau mengikuti remaja, permintaan mereka akan masuk ke folder spam atau bahkan langsung diblokir.
Selain itu, Instagram mulai menguji fitur peringatan yang memberi tahu remaja jika mereka menerima pesan dari akun yang mencurigakan, apalagi kalau akun itu berasal dari negara lain.
Meta juga akan membatasi interaksi antara remaja dengan akun-akun yang berpotensi membahayakan.
Baca Juga: Tren 0 Postingan di Instagram Disukai Gen Z: Privasi atau Pilihan Estetika?
Jika penipu sudah mem-follow seorang remaja, mereka tidak akan bisa melihat daftar pengikut atau akun lain yang menandai remaja tersebut di foto.
Fitur lain yang ditingkatkan adalah pencegahan penyebaran gambar vulgar. Instagram akan mencegah pengguna mengambil tangkapan layar atau merekam layar gambar yang dibagikan lewat DM dalam mode pesan sementara.
Selain itu, gambar-gambar ini juga tidak bisa dibuka dari versi web Instagram. Fitur perlindungan ketelanjangan yang mendeteksi dan mengaburkan gambar berbau pornografi kini juga diperluas untuk semua remaja.
Penambahan fitur keamanan di Instagram sangat penting karena sextortion sering terjadi di platform seperti Instagram.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Engadget.com