INDOZONE.ID - TikTok milik ByteDance Ltd. telah mencapai kesepakatan untuk berinvestasi di salah satu unit Grup GoTo di Indonesia.
TikTok milik ByteDance Ltd. ini akan bekerja sama dalam layanan belanja online, mempelopori pola e-commerce di luar negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara.
Seorang sumber Time mengatakan, layanan video milik China ini telah setuju untuk bekerja sama dengan Tokopedia milik GoTo di beberapa wilayah, daripada bersaing langsung dengan platform Indonesia.
Kedua perusahaan bertujuan untuk mengumumkan rincian kerja sama tersebut secepatnya pada minggu depan.
Investasi TikTok Shop di GoTo akan menjadi investasi pertama bagi cabang layanan video ByteDance yang berkembang pesat ini, dan membuat terobosan dalam online shopping dari Amerika hingga Eropa.
Baca Juga: TikTok Shop Bakal Gabung GoTo, Nilai Investasi Capai Rp610 Triliun
Namun kemajuannya di Indonesia melawan Sea Ltd. dan Tokopedia terhenti ketika Indonesia (Jakarta), sebagai tanggapan atas keluhan dari pedagang lokal, memaksa TikTok untuk memisahkan fitur layanan tersebut dari Indonesia.
Tujuan utama ByteDance adalah untuk menghidupkan kembali layanan online shopping di arena ritel terbesar di Asia Tenggara.
TikTok, satu-satunya platform yang langsung terkena dampak peraturan baru di Jakarta, telah menghentikan fitur belanja online untuk mematuhi pembatasan tersebut.
Pasar pertama dan terbesar bagi TikTok Shop adalah Indonesia. Perusahaan ini memulai layanannya di Indonesia pada 2021.
Kesuksesan instannya di kalangan pembeli muda yang menyukai video, mendorong perusahaan tersebut untuk berekspansi ke pasar lain termasuk Amerika Serikat.
Bagi GoTo, perusahaan internet terbesar di Indonesia, kesepakatan dengan TikTok bisa berisiko karena akan membantu pesaing ritel online besar tersebut untuk beroperasi di dalam negara.
Namun hal ini juga akan memberikan GoTo mitra media sosial global yang kuat dalam sebuah kesepakatan yang dapat meningkatkan volume belanja, logistik, dan pembayaran untuk kedua perusahaan.
Chief Executive Officer Patrick Walujo, yang mengambil alih pada bulan Juni, mencoba membawa GoTo ke profitabilitas berdasarkan penyesuaian pada akhir tahun untuk menunjukkan bahwa perusahaan ride-hailing dan e-commerce ini memiliki potensi jangka panjang.
TikTok telah berupaya melibatkan pejabat pemerintah dan perusahaan media sosial lainnya untuk mencari cara memulai kembali operasi e-commerce di Indonesia.
Baca Juga: Gen Z Mulai Tinggalkan Google, Lebih Pilik Tiktok untuk Sumber Informasi
Menteri Indonesia Teten Masduki mengatakan TikTok telah melakukan perbincangan dengan lima perusahaan termasuk Tokopedia, PT Bukalapak.com dan Blibli, tentang kemungkinan menjalin kemitraan.
Indonesia adalah salah satu negara pertama di Asia Tenggara yang melakukan perlawanan terhadap TikTok.
Mengatasi konflik ini akan menjadi hal yang sangat penting bagi perusahaan tersebut karena pemerintah di seluruh dunia menilai bagaimana negara terbesar di Asia Tenggara ini bergerak untuk mengekang kehadiran e-commerce besar media sosial yang sedang berkembang ini.
TikTok mengatakan beberapa bulan sebelumnya bahwa mereka akan menginvestasikan miliaran dolar ke wilayah tersebut.
Menyusul pembatasan yang diberlakukan di Indonesia, negara tetangga Malaysia mengatakan pihaknya sedang mempelajari kemungkinan meregulasi TikTok dan operasi e-commerce-nya.
Pemimpin media sosial ini sudah menghadapi kemungkinan larangan dan pengawasan di negara-negara seperti Amerika Serikat, Eropa, dan India, karena masalah keamanan nasional.
Writer: Putri Octavia Saragih
Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone.Yuk bikin cerita dan konten serumu serta dapatkan berbagai reward menarik! Let's join Z Creators dengan klik di sini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: TIME