Senin, 11 MEI 2026 • 15:20 WIB

Kode Lisensi Gambar Creative Commons yang Content Creator Wajib Tau, Biar Nggak Kena Copyright!

Author

Macam-Macam Kode Lisensi Gambar Creative Commons (creative-commons)

INDOZONE.ID - Pernah nggak kamu asal ambil gambar dari internet karena terlihat bebas dipakai?

Hati-hati lho, tidak semua gambar di internet itu bisa digunakan sembarangan, apalagi untuk artikel, desain, atau konten komersial.

Nah salah satu cara aman memakai gambar dari internet adalah memahami kode lisensi Creative Commons. 

Creative Commons atau CC adalah lisensi terbuka yang membantu kreator memberi izin penggunaan karya mereka kepada publik dengan aturan tertentu. 

Hal tersebutlah yang membuat konten kamu tidak kena copyright. Lantas, apa saja kode lisensinya? berikut penjelasannya: 

1. CC BY

Lisensi CC BY termasuk salah satu lisensi Creative Commons yang paling fleksibel.

Gambar dengan lisensi ini boleh dibagikan, diedit, diadaptasi, bahkan digunakan untuk kebutuhan komersial selama pengguna tetap memberi atribusi atau kredit kepada kreator asli.

Bagi blogger, desainer, atau content creator, lisensi ini cukup aman digunakan selama kredit ditulis dengan benar.

Misalnya, kamu mencantumkan nama pembuat gambar, judul karya jika tersedia, sumber tautan, dan jenis lisensinya.

2. CC BY-SA

Lisensi CC BY-SA juga memperbolehkan pengguna untuk melakukan berbagai kegiatan seperti membagikan, mengedit, dan mengembangkan karya, termasuk untuk kebutuhan komersial.

Bedanya, jika kamu membuat karya turunan dari gambar tersebut, hasil adaptasinya harus dibagikan dengan lisensi yang sama atau kompatibel.

Baca juga: Daftar Kode Warna HTML & CSS Terlengkap 2026: dari Pastel hingga Dark Mode

Artinya, kamu tidak bisa mengambil gambar CC BY-SA, mengeditnya, lalu membuat hasil editan itu menjadi karya dengan aturan yang lebih tertutup.

Lisensi ini sering dipakai untuk menjaga semangat berbagi agar karya turunan tetap bisa digunakan kembali oleh publik.

3. CC BY-ND

Lisensi CC BY-ND memperbolehkan gambar untuk disalin dan dibagikan, termasuk untuk penggunaan komersial, tetapi karya tersebut harus tetap dalam bentuk asli.

Pengguna tetap wajib memberi atribusi kepada kreator, tetapi tidak boleh membuat adaptasi, modifikasi, atau karya turunan dari gambar tersebut.

Jadi, jika kamu menemukan gambar dengan lisensi ini, sebaiknya jangan mengubah warna, memotong bagian penting, menambahkan elemen desain baru, atau menjadikannya bahan remix.

Pada intinya gambar boleh dipakai, tetapi harus tetap utuh sesuai karya aslinya.

4. CC BY-NC

Lisensi CC BY-NC memperbolehkan pengguna membagikan, mengedit, dan mengembangkan karya, tetapi hanya untuk tujuan nonkomersial.

Kemudian, pengguna juga tetap wajib memberi kredit kepada kreator asli.

Creative Commons menjelaskan bahwa nonkomersial berarti penggunaan yang tidak terutama ditujukan untuk keuntungan komersial atau kompensasi uang.

Lisensi ini perlu diperhatikan oleh content creator yang mengelola akun brand, website monetisasi, media online, atau materi promosi.

Kalau kontennya berhubungan dengan iklan, penjualan, sponsor, atau kepentingan bisnis, penggunaan gambar berlisensi NC bisa menjadi area yang sensitif.

5. CC BY-NC-SA

CC BY-NC-SA lisensi yang mengizinkan gambar untuk dibagikan, diedit, dan dikembangkan, tetapi hanya untuk tujuan nonkomersial.

Selain wajib memberi atribusi, hasil adaptasi juga harus dibagikan dengan lisensi yang sama atau kompatibel.

Baca juga: Daftar Kode Rahasia Meteran Listrik PLN, Bisa Cek Voltase hingga Kebocoran Arus

Sederhananya, lisensi ini punya dua batas utama, yaitu tidak boleh untuk kepentingan komersial dan karya turunannya harus tetap dibuka dengan aturan serupa.

Lisensi ini juga cocok untuk ekosistem berbagi karya, tetapi kurang fleksibel untuk kebutuhan promosi brand atau desain komersial.

6. CC BY-NC-ND

Lisensi CC BY-NC-ND termasuk salah satu lisensi Creative Commons yang paling ketat.

Gambar dengan lisensi ini hanya boleh disalin dan dibagikan dalam bentuk asli, hanya untuk tujuan nonkomersial, dan wajib mencantumkan atribusi kepada kreator.

Dengan kata lain, kamu tidak boleh mengedit gambar tersebut, tidak boleh menggunakannya untuk tujuan komersial, dan tetap harus memberi kredit.

Nah, untuk kebutuhan konten editorial nonkomersial, lisensi ini masih bisa digunakan, tetapi ruang pemakaiannya jauh lebih terbatas.

7. CC0

Selain enam lisensi utama, ada juga CC0.

Creative Commons menjelaskan bahwa CC0 adalah dedikasi domain publik, di mana kreator melepaskan hak cipta sejauh yang dimungkinkan secara hukum, sehingga orang lain bisa membagikan, mengedit, mengadaptasi, dan menggunakan karya tersebut dalam berbagai format, termasuk untuk kebutuhan komersial.

Meski begitu, tetap penting untuk memeriksa sumber gambar. Pastikan platform tempat kamu mengambil gambar memang mencantumkan lisensi CC0 dengan jelas agar tidak salah menggunakan karya yang ternyata masih dilindungi hak cipta.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pose.open.ubc.ca, Creativecommons.net

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU