Ilustrasi Deepfake Call. (Eliani Kusnedi)
INDOZONE.ID - Dunia perbankan digital semakin canggih, tapi modus penipuan juga ikut meningkat.
Salah satu ancaman yang mulai ramai dibahas adalah deepfake call, yaitu panggilan telepon dengan suara palsu hasil teknologi AI yang dibuat mirip petugas bank asli.
Jika dulu penipu mudah dikenali dari suara aneh atau gaya bicara mencurigakan, sekarang ada teknologi voice cloning bisa meniru suara manusia dengan sangat mirip, lengkap dengan intonasi dan cara bicara yang terdengar natural.
Karena itu, penting untuk tahu cara membedakan mana CS bank asli dan mana suara palsu buatan AI.
Baca juga: Cara Aktifkan PayLater TikTok dengan Mudah, Simak Syaratnya
Apa Itu Deepfake Call?
Deepfake call adalah modus penipuan menggunakan teknologi kecerdasan buatan untuk meniru suara seseorang. Pelaku biasanya hanya butuh sampel suara singkat untuk membuat suara palsu yang meyakinkan.
Tujuannya, untuk membuat korban percaya lalu menyerahkan data penting seperti OTP, PIN, password, atau bahkan mentransfer uang.
Suara sering dianggap lebih meyakinkan dibanding chat atau email, di situlah penipu memanfaatkan celah tersebut.
Cara Bedakan CS Bank Asli dan Palsu
Agar kamu nggak mudah tertipu, perhatikan beberapa tanda berikut ini.
Baca juga: Cara Mematikan Bunyi Token Listrik dengan Mudah, Sesuai Merek Meteran
1. Ada Jeda Aneh Saat Menjawab
CS bank asli biasanya merespons secara natural. Jika ada jeda, biasanya karena sedang cek data atau mengetik.
Sementara suara AI terkadang butuh waktu sepersekian detik untuk memproses jawaban. Jadi, bisa terasa ada jeda aneh setelah kamu bicara.
2. Langsung Minta OTP atau PIN
Petugas bank resmi tidak akan meminta OTP, PIN, password, atau kode verifikasi melalui telepon. Jika ada yang mengaku dari bank lalu minta data itu, hampir pasti penipuan.
3. Suara Terlalu Sempurna atau Terlalu Bersih
Terkadang suara palsu terdengar terlalu jernih seperti rekaman studio, atau tidak ada suara sekitar sama sekali.
Sebaliknya, kadang penipu menambahkan suara kantor palsu di belakang yang terdengar berulang. Jika terasa tidak natural, sebaiknya waspada.
Baca juga: Cara Edit Komentar di Instagram tanpa Hapus dan Ketik Ulang, Mudah Banget!
4. Jawaban Kaku dan Kurang Nyambung
Saat diajak ngobrol di luar skrip, AI kadang bingung. Jawabannya bisa terlalu umum, berulang, atau tidak sesuai pertanyaan.
Coba tanya hal spesifik. Jika respons terasa aneh, lebih baik jangan lanjutkan percakapan.
5. Nomor Telepon Mirip Bank
Pelaku terkadang memakai nomor yang dibuat menyerupai call center bank.
Tapi, sekarang banyak ponsel sudah memiliki fitur pendeteksi spam. Jika muncul label mencurigakan, jangan asal angkat atau percaya.
Modus yang Sering Dipakai
Berikut beberapa skenario yang sering dipakai penipu.
- Rekening Akan Diblokir
- Dapat Hadiah atau Cashback
- Update Data Biometrik
Baca juga: Nomor Sudah Tidak Aktif? Ini Cara Masuk ke Akun WhatsApp Lama
Teknologi memang semakin canggih, tapi penipuan juga ikut berkembang. Karena itu, jangan mudah panik saat menerima telepon yang mengatasnamakan bank.
Ingat, pihak bank resmi tidak akan meminta OTP, PIN, atau password dalam kondisi apa pun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Bank Sinarmas