Sabtu, 13 DESEMBER 2025 • 15:30 WIB

Hati-Hati! Modus Phishing QRIS Palsu Mengintai, Begini Cara Menghindarinya

Author

QRIS (freepik)

INDOZONE.ID - Penggunaan QRIS kini dipakai luas karena mudah dan praktis. Pengguna cukup memindai kode QR lalu menyelesaikan pembayaran.

Namun, kemudahan ini memunculkan ancaman baru: modus phishing QRIS sebagai trik untuk menguras dana pengguna.

Karena itu, kewaspadaan menjadi hal penting agar penipuan lewat QRIS tidak memakan korban lebih banyak.

Mengenal Lebih Dekat Modus Penipuan QRIS Palsu

Baca juga: Mengenal Modus Penipuan QRIS dan Cara Mengenali Kode Pembayaran yang Aman

Modus ini bekerja melalui penyebaran kode QR yang terlihat seperti milik merchant resmi.

Kode tersebut telah dimodifikasi agar dana pembayaran yang Anda lakukan masuk langsung ke rekening pelaku kejahatan siber.

QRIS palsu bisa muncul di berbagai lokasi publik, seperti:

  • Restoran atau kafe.
  • Tempat ibadah (berkedok donasi).
  • Stand UMKM.

QR tersebut juga sering beredar melalui media sosial atau pesan pribadi dengan alasan promo atau iming-iming donasi. Ancaman ini terus meningkat seiring meluasnya penggunaan QRIS di berbagai sektor perekonomian.

ilustrasi Transaksi menggunakan Qris (ANTARA)

Ciri-Ciri Utama QRIS Palsu yang Wajib Anda Ketahui

Mengenali ciri-ciri QRIS palsu adalah langkah pertama untuk melindungi diri dari phishing QRIS. Beberapa tanda yang patut dicurigai meliputi:

  • Nama Merchant Tidak Sesuai: Nama merchant yang muncul di layar pembayaran seringkali tidak sesuai dengan nama lokasi atau toko tempat Anda bertransaksi. Kondisi ini menjadi tanda awal yang wajib diperhatikan.
  • Tidak Dapat Dipindai: Kode QRIS palsu kadang tidak bisa dipindai oleh aplikasi pembayaran resmi yang berizin dari Bank Indonesia.
  • Pemasangan Mencurigakan: QR yang ditempel mencurigakan atau menimpa stiker QRIS asli yang resmi.
  • Iming-Iming Promo: Penyebaran QR melalui media sosial yang menjanjikan promo atau cashback yang tidak masuk akal.

Baca juga: Ini Alasan Fitur QRIS Tap Tidak Bisa Digunakan di iPhone, Kalah dari Android?

Tips Ampuh Menghindari Phishing dan Penipuan QRIS

Agar transaksi berjalan aman dan Anda terhindar dari ancaman phishing dari QRIS, terapkan langkah-langkah keamanan berikut:

  • Verifikasi Nama Merchant: Selalu periksa kembali nama merchant sebelum Anda menyelesaikan pembayaran. Pastikan nama yang muncul adalah nama yang benar.
  • Gunakan Aplikasi Resmi: Gunakan aplikasi pembayaran resmi yang sudah terdaftar dan berizin dari Bank Indonesia (tautan eksternal ke BI).
  • Hindari Sumber Tidak Jelas: Hindari memindai QR dari sumber yang tidak jelas, terutama yang dikirim melalui pesan pribadi atau pop-up iklan dadakan.
  • Jangan Pakai Kamera Biasa: Selalu gunakan fitur pemindaian yang ada di dalam aplikasi pembayaran Anda, bukan kamera biasa.
  • Konfirmasi Langsung: Jika muncul keraguan, segera lakukan konfirmasi melalui karyawan merchant atau layanan pelanggan bank Anda.

ilustrasi Transaksi menggunakan Qris (ANTARA)

Langkah Cepat dan Tepat Jika Menjadi Korban QRIS Palsu

Pelaporan cepat sangat penting ketika Anda mencurigai atau sudah menjadi korban penipuan QRIS.

  • Hubungi Bank/Penyedia Aplikasi: Segera hubungi layanan pelanggan bank atau penyedia aplikasi pembayaran yang Anda gunakan.
  • Blokir Akses (Jika Perlu): Minta bank untuk memblokir sementara akses atau meninjau transaksi mencurigakan tersebut.
  • Kumpulkan Bukti: Simpan bukti transaksi, screenshot QR yang dipindai, dan detail waktu kejadian.

Tindakan ini membantu mempercepat proses penanganan oleh bank dan memberi perlindungan tambahan terhadap risiko lanjutan pada rekening Anda.

Baca juga: Mau Terima Pembayaran Digital? Begini Cara Daftar QRIS Buat UMKM!

Tingkatkan Kewaspadaan untuk Keamanan Transaksi QRIS

Modus digital terus berkembang dan tampak semakin meyakinkan. Pengguna QRIS perlu memeriksa setiap detail pembayaran agar tidak terjebak dalam penipuan lewat QRIS.

Hindari terburu-buru ketika bertransaksi karena kesalahan kecil dapat membawa kerugian besar.

Pengguna harus menjaga data perbankan layaknya barang berharga, termasuk kode OTP, PIN, dan informasi kartu.

Sikap ini adalah kunci utama untuk menjaga keseimbangan antara keamanan dan kenyamanan saat memakai layanan digital.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Bankmandiri.co.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU