INDOZONE.ID - Seiring dengan pertumbuhan transaksi digital di Indonesia, sistem pembayaran QRIS makin umum digunakan.
Akan tetapi, di balik kenyamanan itu tersembunyi jebakan yang tak sepele.
Bank Indonesia mencatat volume transaksi QRIS pada kuartal I 2025 mencapai 2,6 miliar transaksi meningkat hingga 594 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya.
Meski standar keamanan sudah tinggi, kejahatan digital tetap mengintai karena kelalaian pengguna.
Sebagaimana dilansir dari Emiten News, QRIS keamanannya tanggung jawab bersama. BI, ASPI, dan penyelenggara jasa pembayaran rutin melakukan sosialisasi kepada merchant.
Baca juga: Apple Wallet Sekarang Bisa Simpan KTP Digital? Ini Penjelasan Soal Digital ID!
Oleh sebab itu, mengenali berbagai modus penipuan QRIS menjadi landasan penting untuk melindungi diri dari kerugian.
Beberapa skema modus penipuan QRIS yang sering muncul menurut Beraukab:
Dilansir dari Beraukab, beberapa ciri QRIS yang kemungkinan palsu:
Keamanan transaksi melalui QRIS bukanlah tanggung jawab satu pihak saja.
Dalam artikel disebutkan bahwa pedagang wajib memantau transaksi agar pembayaran masuk ke rekening mereka sendiri, sedangkan pembeli harus teliti.
Baca juga: Microsoft Hapus Fitur Galeri Foto di Phone Link Windows 11!
Apabila merchant hanya menempelkan kode QR dan tidak memastikan bahwa pembayaran masuk ke rekening resmi, maka kondisi tersebut bisa membuka peluang bagi modus penipuan QRIS.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Emitennews.com, Beraukab.go.id