INDOZONE.ID - Pernah merasa Windows Defender justru menghambat instalasi aplikasi atau aktivitas tertentu di laptop kamu? Nah, banyak pengguna Windows 10 dan 11 akhirnya memilih mematikan antivirus bawaan ini demi berbagai alasan.
Namun langkah tersebut tidak bisa dilakukan sembarangan, karena ada risiko keamanan yang perlu dipahami sejak awal.
Oleh karena itu, sebelum memutuskan menonaktifkannya, penting untuk tahu cara yang benar sekaligus risiko yang menyertainyai.
Cara mematikan Windows defender ada dua, yaitu untuk windows 10 dan 11. Berikut beberapa caranya:
Jika muncul peringatan “Real-time protection is off, leaving your device vulnerable” dan tombol berubah warna menjadi hitam, berarti Windows Defender telah berhasil dimatikan.
Jika muncul notifikasi “Real-time protection is off”, berarti Windows Defender telah berhasil dimatikan.
Untuk mengaktifkan kembali Windows Defender, cukup nyalakan kembali opsi Real-time protection hingga tombol berubah menjadi On.
Sebelum mematikan Windows Defender, ada satu hal penting yang wajib kamu pertimbangkan, yaitu keamanan perangkat.
Windows Defender adalah sistem perlindungan bawaan yang secara otomatis aktif untuk melindungi komputer dari virus, malware, hingga ancaman siber lainnya.
Baca juga: Cara Mencerahkan Layar Laptop dengan Cepat dan Mudah di Semua Versi Windows
Saat fitur ini dimatikan tanpa pengganti yang sepadan, komputer kamu akan terancam, ibarat rumah tanpa kunci sehingga lebih mudah disusupi.
Tanpa perlindungan antivirus, risiko yang bisa muncul bukan sekadar laptop melambat.
Kamu juga akan berpotensi mengalami kehilangan data penting, kerusakan sistem, hingga serangan ransomware yang dapat mengunci seluruh file dan meminta tebusan.
Ancaman seperti ini sering terjadi tanpa disadari dan bisa berdampak serius pada aktivitas kerja maupun data pribadi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Eraspace