Ilustrasi teknologi fast charging di smartphone besutan Xiaomi (photo/Xiaomi)
INDOZONE.ID - Pernah bingung bedanya Fast Charging dan Super Fast Charging? Tenang, kamu nggak sendirian. Soalnya, hampir semua HP zaman sekarang punya fitur “ngecas cepat” tapi istilahnya beda-beda. Ada yang cuma “fast”, ada yang “super fast”, bahkan ada yang “ultra”. Terus, apa bedanya dan seberapa cepat sih sebenarnya?
Singkatnya, Fast Charging biasanya memberi daya sekitar 15 watt, sementara Super Fast Charging bisa mencapai 45 watt. Semakin besar watt-nya, semakin cepat HP kamu penuh. Tapi tentu saja, hal itu hanya bisa terjadi kalau HP dan chargernya sama-sama mendukung.
Kalau diibaratkan, Fast Charging itu seperti isi bensin pakai pompa biasa. Super Fast Charging? Itu kayak pompa turbo, bensin ngalir lebih cepat, tangki (alias baterai) lebih cepat penuh.
Baca juga: Anti Lowbat! JETE B9 Powerbank 10.000mAh dengan Fast Charging 5x Lebih Ngebut!
Teknologi Super Fast Charging menggunakan sistem yang lebih canggih dari Fast Charging biasa. Ia bisa menyalurkan daya lebih besar (hingga 45 watt) dengan cara “menaikkan” tegangan dan arus listrik sekaligus. Tapi tenang aja, ini bukan asal tembak listrik ke HP. Charger dan HP saling “ngobrol” lewat chip khusus untuk mengatur seberapa banyak daya yang bisa diberikan tanpa membuat baterai panas atau rusak.
Biasanya, arus yang dikirim bisa mencapai 10V/4.5A untuk mendapatkan kecepatan maksimal. Selain itu, HP modern juga punya sistem perlindungan internal seperti pengatur suhu dan pengawas daya supaya proses pengisian tetap aman.
Fast Charging standar biasanya mentok di 15–18 watt, atau maksimal 25 watt di beberapa model. Hasilnya, butuh waktu sekitar dua jam untuk mengisi baterai sampai penuh. Dengan Super Fast Charging, waktu itu bisa dipangkas jadi sekitar 60–90 menit saja.
Yang kamu butuhkan untuk menikmati kecepatan ini cuma tiga hal:
Tanpa salah satu dari tiga hal itu, jangan harap dapat kecepatan maksimal, ibarat pasang ban F1 di motor bebek, hasilnya nggak akan terasa.
Bayangin kamu lagi buru-buru berangkat, tapi baterai tinggal 10%. Dengan Super Fast Charging, dalam 20 menit saja HP kamu bisa terisi sampai 50%. Lumayan banget buat nemenin aktivitas seharian.
Selain cepat, teknologi ini juga punya banyak perlindungan mulai dari pengatur suhu, kontrol arus, sampai sistem yang otomatis menurunkan daya kalau baterai sudah hampir penuh. Jadi, nggak perlu takut baterai cepat rusak, selama kamu pakai charger resmi atau bersertifikat.
Ilustrasi teknologi Fast Charging di smartphone buatan Xiaomi (photo/AndroidAuthority)
Walau Super Fast Charging terdengar keren, bukan berarti kamu harus memakainya terus-menerus. Kalau kamu lagi santai, misalnya ngecas semalaman, Fast Charging biasa malah lebih baik. Prosesnya lebih lembut, suhu baterai lebih stabil, dan umur baterai bisa lebih panjang.
Fast Charging cocok untuk:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: