Pemain Battlefield 6 Kecewa(Sumber:X/Eurogamer)
INDOZONE.ID - Setelah sukses besar sejak peluncurannya, Battlefield 6 kini menghadapi badai kritik.
Update besar yang dirilis kemarin — mencakup Season One dan mode Battle Royale Redsec justru membuat sebagian pemain merasa kecewa.
Update besar ini membawa konten baru yang seharusnya jadi angin segar bagi penggemar game FPS militer ini. Namun, kenyataannya tidak semua pemain senang.
Banyak yang menilai sistem baru yang diterapkan justru terlalu berfokus pada live service dan microtransaction, bukan lagi pengalaman bermain murni yang menjadi ciri khas Battlefield.
Kini, progres pemain diatur lewat Battle Pass, di mana kamu bisa mendapatkan BP Points dari menyelesaikan tantangan mingguan atau hanya dengan bermain seperti biasa.
Poin tersebut digunakan untuk membuka berbagai tier berisi kosmetik, boost, dan mata uang in-game.
Sayangnya, tantangan mingguan ini kini mendorong pemain untuk ikut serta dalam mode Battle Royale Redsec, bahkan jika mereka sebenarnya tidak tertarik.
Meski tantangan bisa di-reroll, jika kamu mendapatkan tantangan Battle Royale lagi, maka kamu harus menyelesaikannya untuk melanjutkan progres.
Battlefield 6 memang menambahkan berbagai item kosmetik baru bertema militer modern, seperti skin digital camouflage dan aksesoris senjata.
Namun, tidak semua pemain menyukainya. Banyak yang justru merindukan gaya realistis dan autentik seperti saat game ini pertama kali dirilis.
Sistem monetisasi di update kali ini juga dianggap terlalu kompleks. Ada beberapa versi paket yang bisa kamu beli — mulai dari Season One Starter Pack, Advanced Pack, Rogue Ops Pack, hingga Pro Pack.
Di luar itu, ada juga skin eksklusif yang hanya bisa dibeli menggunakan Battlefield Coins di toko dalam game.
Banyak pemain merasa Battlefield 6 kini mulai kehilangan jati dirinya. Game ini dulu dipuji karena menghadirkan pengalaman perang yang imersif dan realistis, tanpa tekanan sistem monetisasi yang berlebihan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Eurogamer.net