Kamis, 05 JUNI 2025 • 16:40 WIB

Call of Duty Kembali Tuai Kritik, Iklan Microtransaction di Loadout Disebut "Kesalahan Teknis" oleh Activision

Author

Call of Duty Kembali Tuai Kritik(Sumber:X/Eurogamer)

INDOZONE.ID - Komunitas gamer Call of Duty belakangan dibuat resah dengan kemunculan iklan microtransaction di menu loadout pada Call of Duty: Warzone dan Call of Duty: Black Ops 6.

Fitur ini muncul tepat setelah update Season 4 dirilis, namun tidak lama kemudian langsung dihapus.

Menurut pihak Activision, kehadiran iklan tersebut hanyalah hasil dari “uji coba UI” yang tidak sengaja dirilis ke versi live.

Baca Juga: Call of Duty: Black Ops 6 Kini Tampilkan Iklan Microtransaction Saat Ganti Senjata, Pemain Meradang

Iklan Senjata Premium Muncul Saat Ganti Loadout

Dalam update Season 4, banyak pemain mendapati iklan kosmetik berbayar yang muncul saat mengganti loadout atau senjata.

Poster-poster in-game tersebut menampilkan skin premium dari toko, layaknya papan reklame digital dalam gameplay.

Tentu saja, hal ini langsung mengundang reaksi negatif dari para pemain.

Namun, lewat akun Twitter resmi Call of Duty, Activision menjelaskan bahwa ini adalah fitur uji coba antarmuka pengguna (UI) yang secara tidak sengaja aktif di versi rilis terbaru.

Mereka mengklaim bahwa fitur tersebut sudah dihapus sepenuhnya dari game.

Respons Pemain: “Ini Seperti Gaslighting Gaya Soviet”

Klaim Activision soal kesalahan teknis justru memicu kemarahan lebih besar.

Banyak pemain menganggap hal ini bukan ketidaksengajaan, melainkan eksperimen monetisasi yang gagal.

Di media sosial seperti Twitter dan Reddit, reaksi pedas pun bermunculan.

Seorang pengguna bahkan menyebut, “Ini sudah seperti gaslighting era Soviet,” menuding Activision mencoba memanipulasi persepsi komunitas.

Baca Juga: Rumor: Call of Duty 2025 akan Rilis di PS4 dan Xbox One?

Komentar lainnya menyindir dengan menyebut game ini telah berubah jadi "Krusty Krab versi game FPS", mengacu pada restoran fiktif dari SpongeBob SquarePants yang terkenal serakah.

Momen Kontroversial Ini Terjadi Bersamaan dengan Kembalinya Peta Verdansk

Yang membuat situasi makin panas, kontroversi ini datang bersamaan dengan comeback peta Verdansk di Warzone, sebuah peta legendaris yang telah lama dinantikan.

Update besar ini juga membawa beragam konten baru, mulai dari kosmetik eksklusif hingga fitur gameplay yang disempurnakan.

Sayangnya, kehadiran iklan loadout malah menutupi kegembiraan pemain terhadap kembalinya Verdansk dan fitur baru lainnya.

Banyak yang merasa momen nostalgia itu ternodai oleh keputusan monetisasi yang tidak tepat.

Activision Masih Hadapi Masalah Cheater, Crossplay Kini Bisa Dimatikan

Selain isu monetisasi, cheater masih menjadi masalah besar di Call of Duty.

Sebagai salah satu langkah mitigasi, Activision kini mengizinkan pemain untuk menonaktifkan fitur crossplay, agar bisa menghindari cheater yang mayoritas ditemukan di platform PC.

Langkah ini dinilai cukup membantu, meskipun tetap bukan solusi jangka panjang atas tingginya kasus kecurangan dalam game.

Monetisasi Berlebihan Jadi Sorotan Utama Komunitas

Apa yang terjadi di Call of Duty: Warzone dan Black Ops 6 memberi pesan kuat bahwa komunitas tidak menerima strategi monetisasi agresif yang mengganggu pengalaman bermain utama.

Meskipun pihak pengembang berdalih bahwa kemunculan iklan hanyalah kesalahan teknis, mayoritas pemain justru menilai ini sebagai eksperimen yang gagal total.

Kalau kamu termasuk pemain aktif Call of Duty, tentu kamu merasakan langsung bagaimana iklan di loadout itu mengganggu.

Menurutmu, apakah ini benar-benar kesalahan teknis semata? Atau justru upaya monetisasi yang sengaja dicoba tapi gagal karena tekanan komunitas?

 Baca Juga: Activision Perketat Perang Melawan Cheat di Call of Duty, Dua Penyedia Tutup Permanen

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Eurogamer.net

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU