Selasa, 06 MEI 2025 • 16:45 WIB

Epic Games Store Gratiskan Potongan Pendapatan untuk Game dengan Laba di Bawah $1 Juta, Tambah Fitur Webshop untuk Lawan Steam dan Apple

Author

Epic Games Store Gratiskan Potongan Pendapatan untuk Game(Sumber;X/Erogamer)

INDOZONE.ID - Setelah meraih kemenangan hukum penting melawan Apple, Epic Games kembali mengguncang industri game digital dengan kebijakan baru yang sangat menguntungkan developer.

Mulai Juni 2025, Epic Games Store tidak akan lagi memungut potongan dari pendapatan game hingga batas $1 juta per tahun, per aplikasi.

Baca Juga: Epic Games Tegaskan Tidak Akan Blokir Thumbnail AI di Fortnite, Tapi Tak Akan Gunakan AI untuk Skin Baru

Developer Game Kini Bisa Simpan 100% Pendapatan hingga $1 Juta

Dalam pengumuman resminya, Epic menyampaikan bahwa mulai pertengahan 2025, para pengembang tidak perlu membayar biaya bagi hasil untuk pendapatan hingga $1 juta per aplikasi tiap tahun.

Setelah melewati batas tersebut, sistem bagi hasil akan kembali ke skema standar 88/12, di mana Epic mengambil 12% dari pendapatan sisanya.

Artinya, kalau kamu adalah developer indie atau pemilik game yang belum meraup $1 juta per tahun, kamu bisa mempertahankan semua pendapatan tanpa harus berbagi dengan platform penjualan game ini.

Bandingkan dengan Steam dan Platform Lain

Sebagai perbandingan, Steam  yang masih menjadi saingan utama Epic  mengambil komisi sekitar 30% dari total pendapatan game yang dijual di platformnya.

Meskipun Valve sempat merevisi model bagi hasil di tahun 2018, mereka masih mengambil potongan 30% untuk pendapatan hingga $10 juta, lalu 25% untuk pendapatan berikutnya, dan 20% jika melebihi $50 juta.

Webshop Baru: Alternatif Murah dari In-App Purchase

Selain pemangkasan potongan pendapatan, Epic juga memperkenalkan fitur Webshops yang akan tersedia mulai Juni 2025.

Fitur ini memungkinkan developer membuat toko digital sendiri yang di-hosting langsung oleh Epic Games Store.

Di sinilah kamu bisa menjual item digital, konten tambahan, atau in-game currency tanpa terikat biaya tinggi seperti di App Store atau Google Play.

Menurut Epic, Webshops akan menjadi solusi yang lebih hemat biaya dibandingkan potongan besar dari Apple dan Google, yang selama ini terkenal membebankan biaya hingga 30% untuk transaksi dalam aplikasi.

Dengan hadirnya perubahan regulasi, termasuk putusan pengadilan di Amerika Serikat dan Uni Eropa, developer kini boleh mengarahkan pemain dari aplikasi langsung ke toko digital eksternal  termasuk di perangkat iOS  tanpa dikenakan sanksi atau potongan tambahan oleh Apple.

Baca Juga: Ready or Not Resmi Hadir di Konsol dan Epic Games Store Akhir Tahun 2025

Epic Rewards: Cashback Tambahan untuk Pemain

Tak hanya menguntungkan developer, Epic juga memberikan insentif kepada pemain lewat program Epic Rewards.

Setiap pembelian di Webshops akan mendapatkan cashback sebesar 5% dalam bentuk poin yang bisa digunakan untuk pembelian berikutnya.

Jadi, kamu juga diuntungkan saat berbelanja item favoritmu dari toko digital buatan developer langsung.

Epic Games Store Semakin Populer di 2025

Popularitas Epic Games Store sendiri terus melonjak.

Dalam laporan terbaru, Epic mengungkapkan bahwa pada tahun 2024, ada lebih dari 295 juta pemain PC yang aktif menggunakan platform ini  naik 25 juta dari tahun sebelumnya.

Sementara itu, jumlah pengguna akun lintas platform Epic juga melonjak hingga 898 juta, dengan total waktu bermain mencapai 7,72 miliar jam.

Kalau kamu seorang pengembang game, ini adalah momen emas untuk mulai menjual karyamu lewat Epic Games Store.

Dengan potongan pendapatan 0% hingga $1 juta dan fitur Webshop yang membebaskan kamu dari biaya tinggi platform lain, Epic membuka jalan bagi developer untuk meraih keuntungan maksimal.

Di sisi lain, sebagai gamer, kamu juga bisa menikmati pengalaman belanja lebih hemat dan fleksibel lewat Webshop dan program Epic Rewards.

Baca Juga: Epic Games Store Bagikan Tiga Game Gratis Sampai Tanggal 27 Maret, Klaim Sekarang!

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Eurogamer.net

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU