INDOZONE.ID - Di dunia game RPG, nama BioWare selalu identik dengan dua waralaba legendaris, yakni Dragon Age dan Mass Effect.
Di mata para gamer, keduanya seperti dua kutub berbeda yang satu menawarkan dunia fantasi gelap penuh intrik politik, sementara yang lain mengajak kamu menjelajahi luar angkasa dengan narasi epik penuh aksi.
Namun, di balik pencapaian luar biasa itu, ternyata ada konflik internal yang jarang terungkap ke publik.
Baru-baru ini, David Gaider, sosok di balik terciptanya Dragon Age dan mantan penulis utama BioWare, membongkar kisah kelam tersebut di media sosial.
Ia membeberkan bagaimana hubungan antar tim di dalam studio justru jauh dari kata solid.
Baca Juga: BioWare Kurangi Anggota Tim Pengembang Mass Effect 5: Apa Dampaknya?
Dua Tim, Dua Dunia yang Tak Pernah Bertemu
Gaider mengungkap bahwa meskipun Dragon Age dan Mass Effect dikembangkan di bawah atap yang sama, kenyataannya kedua tim ini berjalan seperti dua studio yang berbeda total.
Budaya kerja yang tak selaras, visi kreatif yang bertolak belakang, serta minimnya kolaborasi menjadikan mereka seperti dua dunia yang tak pernah saling menyapa.
Anthem: Ambisi Besar yang Terkorbankan Ego
Saat Gaider diminta untuk menulis cerita untuk Anthem proyek baru yang disebut sebagai "science fantasy",ia justru berhadapan dengan tim pengembang yang lebih memilih pendekatan realisme ala sci-fi keras seperti Aliens.
Akibatnya, naskah yang ia tulis dinilai “terlalu Dragon Age,” meski sudah sesuai arahan manajemen. Konflik ini menunjukkan lemahnya komunikasi internal, hingga akhirnya Anthem dirilis tanpa arah jelas dan gagal di pasaran.
Studio RPG yang Menolak Elemen RPG
Yang paling ironis, menurut Gaider, adalah keengganan tim Anthem untuk mengembangkan game RPG sejati.
Mereka lebih tertarik menciptakan shooter penuh aksi cepat dan loot, yang justru membuat Anthem kehilangan identitas,tidak cukup RPG untuk fans setia BioWare, dan tidak cukup seru untuk pemain game aksi.
Baca Juga: Veteran EA dan Sutradara Dragon Age: The Veilguard, Dikabarkan Tinggalkan BioWare
David Gaider Mundur dan Lahirkan Stray Gods
Setelah gagal mendapatkan posisi sebagai creative director, Gaider akhirnya memutuskan hengkang dari BioWare.
Namun, dari kekecewaan itu, ia melahirkan Stray Gods—game musikal dengan nuansa RPG yang sukses meraih respon positif.
Jadi, kamu tim yang mana?
- Tim Dragon Age, pecinta dark fantasy dan drama politik?
- Tim Mass Effect, penggemar petualangan luar angkasa?
Atau penggemar era klasik BioWare seperti Baldur’s Gate?
Apa pun pilihanmu, satu hal jelas—kesuksesan sebuah studio besar seperti BioWare bukan hanya tentang teknologi, tapi tentang bagaimana setiap orang di dalamnya bisa bekerja dalam satu visi yang sama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Eurogamer.net