Bikin Millenial dan Gen Z Bernostalgia! Berikut Deretan Momen Ikonik saat Bermain Winning Eleven
INDOZONE.ID - Winning Eleven (WE) adalah game sepak bola yang sangat digemari oleh para pemain PlayStation pada masanya.
Baik bermain sendiri maupun bermain di rental PS, seolah tidak afdol jika tidak bermain WE ketika sedang memegang joystick PS.
Nah, bagi kamu nih, yang dulu adalah penggila game WE, tentu sudah menemukan banyak momen-momen ikonik saat memainkan game ini.
Dari banyak momen-momen tersebut, inilah beberapa hal yang sangat ikonik dari WE yang tidak akan pernah terlupakan oleh para pemainnya.
Baca Juga: Dragon Ball: The Breakers Musim 8 Siap Meluncur 28 Februari dengan Konten Baru
1. Teriakan Shuto!
Jon Kabira adalah salah satu nama memorable yang mewarnai perjalanan game Winning Eleven.
Bagaimana tidak, ia telah memberikan warna suara yang sangat legendaris dan akan selalu membuat para pemain WE terngiang-ngiang dengan suaranya.
Ya, teriakan tersebut berbunyi SHUUTO!!, sebuah teriakan ikonik di WE ketika seorang pemain sedang melepas tembakan.
Tentu, teriakan dari Jon Kabira ini akan selalu terpatri di benak para pemain Winning Eleven.
Baca Juga: Dragon Ball: The Breakers Musim 8 Siap Meluncur 28 Februari dengan Konten Baru
2. Kazuki Ito, Wasit Killer
Winning Eleven menyediakan pilihan wasit dengan berbagai nama yang merujuk ke suatu negara asal wasit tersebut.
Diantaranya yaitu Mario Pedrotti yang terdengar sangat Italia namanya, Francois Seraphine yang tentu berasal dari Perancis, atau Johann Weikath dari Jerman.
Nah, selain mereka, ada satu nama lain, yang menjadi wasit sangat ikonik melebihi 3 nama tersebut, yaitu Kazuki Ito, yang tentu berasal dari Jepang.
Bagaimana tidak ikonik, karena jika kamu memainkan pertandingan dipimpin oleh wasit ini, peluang kamu terkena kartu merah mungkin bisa dibilang 100%.
Pasalnya sang wasit killer ini tak segan-segan memberi hadiah kartu merah bahkan dalam pelanggaran yang ringan sekali-pun. Jika kamu memainkan mode match biasa, kamu tentu bisa memilih wasit lain.
Namun jika memainkan mode konami cup, yasudah, berharap saja kamu tidak pernah bertemu wasit ini hingga kamu menjuarai turnamen ini. Sejatinya, karakter Kazuki Ito juga muncul di PES, dan penampilan terakhir dia yaitu di game PES 6.
3. Pemain berkekuatan “99“
Di era Winning Eleven, banyak pemain bintang dan legendaris yang saat itu masih aktif bermain.
Tentu, pemain-pemain ini memiliki stats, atau ketrampilan skill pemain yang dihitung dengan angka, banyak yang berwarna merah, di mana warna merah menandakan pemain ini memiliki kekuatan skill hingga 95% ke atas, dengan yang tertinggi yaitu mencapai 99.
Namun diantara banyak pemain jempolan, hanya ada beberapa pemain yang memiliki stats hingga angka 99, bahkan ada yang tidak masuk kategori pemain bintang.
Duo Brazil, Adriano Leite dan Roberto Carlos, sudah pasti menjadi andalan para player untuk mencetak gol atau saat tendangan bebas, karena 2 pemain ini memiliki shot power hingga 99.
Kemudian, ada David Beckham, yang pada kenyataanya jadi andalan untuk free kick dan sepak pojok, di WE pun dia juga diandalkan untuk dua ini, karena ia memiliki akurasi umpan panjang hingga 99, serta akurasi tendangan bebas hingga 97.
Lalu ada Juninho Pernambucano, yang sangat diadalkan dalam free kick, karena memiliki akurasi free kick hingga 99. Terakhir, ada bintang Perancis, Zinedine Zidane, yang memiliki kekuatan “technique“ hingga 99.
Selain pemain-pemain bintang diatas, pemain lain yang mungkin tidak terlalu mentereng namun memiliki keuatan hingga 99 yaitu Obafemi Martins. Winger asal Nigeria ini memiliki top speed hingga 99.
Tentu momen pemain yang memiliki kekutatan hingga angka 99 tidak hanya ditemukan di WE, namun juga bisa ditemukan di PES.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Konami.com