INDOZONE.ID - Penerbit game Lords of the Fallen, CI Games, baru-baru ini menegaskan bahwa mereka tidak akan memasukkan elemen "agensi sosial atau politik" dalam pengembangan game.
Pernyataan ini muncul setelah perusahaan menerima pertanyaan mengenai sikap mereka terhadap penerapan prinsip DEI (Keberagaman, Kesetaraan, dan Inklusi) dalam industri permainan video.
Dalam panggilan konferensi dengan investor yang diselenggarakan oleh Strefa Inwestorow via PC Gamer, Direktur Pemasaran CI Games, Ryan Hill, menjelaskan bahwa perusahaan lebih memprioritaskan pengalaman pemain yang luar biasa, dengan tema dan karakter yang dirancang khusus untuk audiens inti mereka.
Ia menambahkan bahwa meskipun banyak game yang belakangan ini mulai menyelipkan agenda sosial atau politik, faktanya banyak pemain yang tidak mengapresiasi langkah tersebut.
Hill mencontohkan bahwa sejumlah rilis game terkenal yang mencoba mengusung isu-isu tersebut mengalami kegagalan dalam hal penjualan.
CI Games berfokus pada penciptaan game yang tidak hanya memberikan hiburan yang maksimal kepada pemain, tetapi juga memastikan kesuksesan komersial produk mereka.
Oleh karena itu, mereka berkomitmen untuk tidak mengintegrasikan lembaga sosial atau politik ke dalam pengembangan game mereka, setelah menyadari potensi risiko yang dapat ditimbulkan oleh pendekatan tersebut.
Hill menjelaskan bahwa industri game harus lebih berfokus pada kepuasan pemain dan kesuksesan finansial, yang lebih diutamakan daripada mengadopsi agenda sosial atau politik tertentu.
DEI, yang merupakan kerangka keberagaman, kesetaraan, dan inklusi, seringkali dipakai dalam kebijakan perusahaan untuk memastikan perlakuan adil terhadap semua kelompok, terutama yang sering terabaikan atau terdiskriminasi.
Namun, beberapa kalangan di dunia permainan video memandang penerapan DEI ini sebagai sesuatu yang kontroversial, menganggapnya sebagai elemen yang bisa mengganggu pengalaman bermain.
Baca Juga: Penjualan Game di Jepang Akhir Tahun 2024: Super Mario Party Jamboree Dominasi Pasar
Meskipun begitu, penerapan DEI tidak selalu berhubungan dengan kegagalan sebuah game, seperti yang terjadi pada permainan Baldur's Gate 3, yang sukses meski mendukung nilai-nilai inklusi.
Contoh lain adalah Assassin's Creed Shadows, yang menghadapi reaksi keras dari sebagian pemain yang menolak elemen DEI dalam permainan tersebut, bahkan sampai mengalami penundaan rilis untuk ketiga kalinya.
Hal ini semakin memperlihatkan betapa sensitifnya topik ini dalam industri game, terutama di kalangan audiens yang tidak ingin ada elemen sosial atau politik yang mempengaruhi hiburan mereka.
Dengan pengumuman ini, CI Games menunjukkan bahwa mereka lebih memilih untuk tetap berfokus pada aspek hiburan dan kesenangan pemain, serta kesuksesan komersial, daripada terjebak dalam diskusi politik yang dapat memecah perhatian penggemar game mereka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: PC Gamer