5 Kasus Pembunuhan yang Terinspirasi dari Video Game: Bunuh Polisi hingga Tembak Orang Tua Sendiri
INDOZONE.ID - Dalam beberapa tahun terakhir ini, video game telah menjadi budaya populer di berbagai kalangan masyarakat baik anak-anak maupun orang dewasa.
Meski bermain game identik dengan hiburan yang menyenangkan, namun ada beberapa kasus tragis kekerasan hingga pembunuhan yang terinspirasi dari video game.
Berikut adalah beberapa kasus pembunuhan yang menghebohkan yang diduga terinspirasi dari video game:
1. Pembunuhan Jamie Bulger (1993)
Jamie Bulger, seorang anak berusia dua tahun, diculik dan dibunuh oleh dua anak berusia sepuluh tahun di Inggris.
Baca Juga: Pengisi Suara Abby di The Last of Us Part II Dikatakan Dapat Ancaman Pembunuhan!
Kasus ini sontak mengejutkan dunia dan memicu perdebatan tentang pengaruh video game terhadap anak-anak
Banyak yang mengaitkan pembunuhan ini dengan film horor dan JUGA video game kekerasan yang diakses sering dimainkan pelaku.
2. Pembunuhan Devin Moore (2003)
Devin Moore, seorang remaja dari Alabama, Amerika Serikat, membunuh tiga orang polisi setelah ditangkap karena mencuri mobil.
Moore mengklaim bahwa tindakannya terinspirasi oleh game "Grand Theft Auto," yang terkenal dengan konten kekerasannya.
Kasus ini kemudian memicu banyak perdebatan mengenai hubungan antara game kekerasan dan perilaku kriminal.
3. Pembunuhan Kimveer Gill (2006)
Kimveer Gill, seorang pria berusia 25 tahun dari Montreal, Kanada, melakukan penembakan massal di Dawson College, menewaskan satu orang dan melukai 19 lainnya sebelum akhirnya bunuh diri.
Baca Juga: Kalah Main PES Mobile, Pelajar Asal Jepang Lakukan Ancaman Pembunuhan ke Karyawan Konami
Gill dikenal sebagai penggemar game "Super Columbine Massacre RPG!," sebuah game yang didasarkan pada tragedi Columbine.
Meskipun tidak ada bukti langsung bahwa game tersebut memotivasi tindakannya, banyak yang percaya bahwa game tersebut mempengaruhi mentalitasnya.
4. Pembunuhan Stefan Pakeerah (2004)
Stefan Pakeerah, seorang remaja berusia 14 tahun dari Inggris, dibunuh dengan brutal oleh temannya, Warren Leblanc.
Ibu korban menyatakan bahwa pembunuhan ini terinspirasi oleh video game "Manhunt," sebuah game yang penuh kekerasan dan kontroversial.
Game tersebut kemudian menjadi subjek dari banyak diskusi tentang pengaruh video game terhadap perilaku kekerasan.
5. Pembunuhan Daniel Petric (2007)
Daniel Petric, seorang remaja berusia 16 tahun dari Ohio, Amerika Serikat, menembak kedua orang tuanya setelah mereka melarangnya bermain game "Halo 3”.
Baca Juga: Pengisi Suara Tifa Lockhart Final Fantasy Mendapat Ancaman Pembunuhan
Ayahnya selamat, namun ibunya meninggal. Daniel menyatakan bahwa dia sangat marah karena tidak diizinkan bermain game favoritnya.
Dari kasus di atas menunjukkan bahwa jika sebagian besar orang dapat memainkan video game tanpa dampak negatif, ada individu yang mungkin dipengaruhi oleh konten kekerasan dalam game.
Olehnya itu, perlunya pengawasan orang tua dan bijak dalam bermain video game menjadi sebuah langkah antisipasi agar tidak berdampak negatif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ABC News, CBC