INDOZONE.ID - Teknologi pengenalan retina semakin banyak digunakan, terutama dalam sistem keamanan modern seperti akses ke gedung, perangkat digital, bahkan pembayaran.
Meskipun terlihat canggih dan aman, penggunaan data biometrik seperti pemindaian retina ternyata menyimpan sejumlah risiko, terutama yang berkaitan dengan privasi dan keamanan data pribadi.
Berbeda dengan kata sandi yang bisa diubah kapan saja, data retina bersifat permanen dan sangat sensitif. Jika sampai disalahgunakan, bisa berbahaya dan susah diperbaiki.
Berikut ini, 5 risiko yang perlu diketahui sebelum menggunakan teknologi rekam retina.
1. Pencurian Data Biometrik
Salah satu risiko terbesar dari teknologi ini adalah, jika data retina seseorang dicuri. Berbeda dengan password atau PIN, pola retina seseorang tidak bisa diubah.
Jika data ini jatuh ke tangan yang salah, maka orang tersebut berisiko menjadi korban pencurian identitas atau penyalahgunaan akses tanpa bisa menggantinya.
Dalam beberapa kasus, data retina bisa digunakan untuk membobol sistem keamanan lain, karena retina sering dijadikan 'kunci utama' untuk akses tingkat tinggi.
Baca Juga: Ini 6 Cara Ampuh agar Kamu Gak Jadi Korban Penipuan QRIS
2. Penyalahgunaan oleh Pihak Ketiga
Banyak perusahaan yang menggunakan rekam retina untuk keamanan kantor atau produk mereka. Namun tidak semua transparan soal bagaimana mereka menyimpan dan mengelola data tersebut.
Ada kemungkinan data kita disimpan di server mereka tanpa enkripsi yang memadai, atau bahkan dijual ke pihak ketiga tanpa sepengetahuan kita.
3. Risiko Peretasan Sistem
Sistem biometrik bisa saja diretas. Jika hacker berhasil masuk ke server penyimpanan data retina, mereka bisa menyalin atau menyebarkan data tersebut ke pasar gelap digital (dark web).
Data ini kemudian bisa digunakan untuk membobol sistem lain yang juga menggunakan autentikasi biometrik. Ini menunjukkan, teknologi canggih sekalipun tetap memiliki celah keamanan.
Baca Juga: Begini Cara Pakai 1 Akun WhatsApp di 4 HP Sekaligus, Bisa Android atau iPhone
4. Pengawasan Tanpa Izin
Teknologi rekam retina juga bisa digunakan untuk tujuan pengawasan, terutama jika dipasang di ruang publik atau area umum tanpa disadari.
Penggunaan teknologi ini secara sembarangan bisa mengarah pada pelanggaran hak privasi individu, karena data biometrik bisa digunakan untuk melacak seseorang secara terus-menerus.
5. Kurangnya Transparansi
Salah satu masalah terbesar dalam penggunaan teknologi biometrik adalah minimnya transparansi. Banyak pengguna tidak tahu ke mana data mereka dikirim atau siapa yang bisa mengaksesnya.
Hal ini menimbulkan kekhawatiran karena data sensitif seperti retina seharusnya dikelola dengan sangat hati-hati dan terbuka.
Baca Juga: Ini Cara Pakai QRIS Tap, Transaksi Lebih Cepat Tanpa Ribet Buka Kamera!
Sebelum menggunakan teknologi ini, ada baiknya memahami risiko-risikonya agar bisa lebih bijak dan berhati-hati dalam menjaga data pribadi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Kabarbuen.com