Sabtu, 18 JANUARI 2025 • 12:57 WIB

Roket Starship SpaceX Meledak Lagi di Luar Angkasa, Puingnya Jatuh ke Bumi Bak Meteor

Author

Pecahan puing rocket Space X dari Elon Musk. (Youtube/DW News)

INDOZONE.ID - Roket Starship milik SpaceX mengalami ledakan di luar angkasa beberapa menit setelah peluncuran dari Texas pada Kamis sore waktu setempat. Imbasnya, maskapai penerbangan komersial yang berada di atas Teluk Meksiko harus mengubah rute mereka guna menghindari serpihan roket yang jatuh ke bumi. Dari Insiden ini, roket andalan milik Elon Musk, SpaceX, dianggap menjadi program kemunduran besar.

Setelah lepas landas dari fasilitas peluncuran roket, delapan menit kemudian kontrol misi SpaceX yang mana saat itu membawa muatan uji berupa satelit palsu namun tanpa awak hilang kontak dengan Starship.

Diduga, insiden ini terjadi karena adanya anomali sebagaimana yang diungkap oleh Dan Huot, Manajer Komunikasi SpaceX.

"Kami kehilangan komunikasi dengan pesawat - ini menunjukkan adanya anomali pada tahap atas roket," katanya yang mengkonfirmasi bahwa roket tersebut hilang, dikutip REUTERS (18/1/2025).

Baca Juga: Starship, Roket Raksasa Terkuat Milik SpaceX Sukses Meluncur dan Catat Rekor Penting

 

Saat puing-puing roket ini berjatuhan ke bumi, tak sedikit pula orang berhasil mengabadikan momen tersebut pakai hp dan membagikannya ke media sosial. Dalam video yang beredar, terlihat bola api oranye yang membelah langit di atas ibu kota Haiti, Port-au-Prince, meninggalkan jejak asap di belakangnya.

Dari peristiwa yang terjadi, banyak juga maskapai penerbangan komersial yang lain harus mendarat di bandara lain, mengubah rute serta menunda waktu perbangan untuk menghindari serpiharan dari ledakan roket tersebut.

Sebagaimana data yang ditunjunkkan oleh situs pelacakan penerabanga, FlightRadar23 yang menyebutkan bahwa beberapa penerbangan dari bandara di Miami dan Fort Lauderdale, Florida mengalami keterlambatan setidaknya selama 45 menit.

Regulasi dan Tindakan FAA

Badan Penerbangan Federal (FAA) yang mengatur kegiatan peluncuran roket swasta, menyatakan, bahwa mereka sempat memperlambat dan mengalihkan pesawat dari area tempat serpihan roket jatuh.

Baca Juga: Bakal Datangi Indonesia, Elon Musk Siapkan Kerjasama lewat Tesla dan Space X

FAA memang sering menutup ruang udara saat peluncuran dan masuknya roket ke atmosfer, namun kali ini mereka menciptakan "area respons serpihan" untuk mencegah pesawat memasuki wilayah tersebut setelah terjadinya anomali di luar zona yang sudah ditutup.

CEO SpaceX, Elon Musk, juga memposting video ledakan roketnya di platform sosial X yang memperlihatkan area serpihan roket. Elon juga mengomentari video tersebut dengan mengatakan, "Keberhasilan tidak bisa dipastikan, tapi hiburan dijamin!".

Starship yang Lebih Besar dan Lebih Canggih

Starship yang diuji pada Kamis lalu merupakan versi yang lebih tinggi 2 meter (6,56 kaki) dibandingkan versi sebelumnya dan digadang-gadang sebagai "kapal generasi baru dengan pembaruan signifikan," menurut deskripsi misi SpaceX. Roket ini direncanakan untuk melakukan pendaratan terkendali di Samudra Hindia sekitar satu jam setelah lepas landas dari Texas.

Musk menyebutkan bahwa penilaian awal atas kegagalan ini menunjukkan adanya kebocoran internal pada bahan bakar oksigen cair yang menyebabkan tekanan berlebih hingga menyebabkan roket hancur.

Selanjutnya, FAA kemungkinan akan membuka penyelidikan terkait kecelakaan ini dan memeriksa apakah serpihan roket jatuh di area yang padat penduduk atau di luar zona bahaya yang sudah ditentukan.

Banner Z Creators.

 

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Reuters

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU