INDOZONE.ID - Pengguna Gmail kini menghadapi ancaman baru dari penipuan online yang semakin pintar. Modusnya sederhana, tapi menyesatkan yakni pelaku menggunakan email menarik yang menawarkan hadiah atau promo eksklusif.
Tautan ayau link yang tampak tidak mencurigakan di email tersebut bisa membawa Anda ke situs palsu yang mirip dengan halaman resmi. Di sinilah para penipu berupaya mendapatkan data login atau informasi perbankan Anda untuk mencuri uang dari rekening.
Baca Juga: 5 Ciri Penipuan Baru di Gmail yang Bisa Kuras Rekening dan Cara Mengatasinya
Bagaimana Penipuan Ini Bekerja?
Penipu mengirimkan email yang tampak meyakinkan, biasanya mengiming-imingi hadiah atau promo spesial. Ketika penerima email mengklik tautan atau gambar dalam pesan tersebut, mereka diarahkan ke situs palsu yang meniru situs resmi.
Situs palsu ini dirancang untuk mencuri data sensitif pengguna, seperti informasi login atau perbankan, yang bisa dimanfaatkan untuk mengambil uang dari rekening korban.
Baca Juga: Catat! Tips Cegah Scam saat Pakai Uang Digital, Manfaatkan Teknologi Ai dan Machine Learning
Cara Melindungi Diri dari Penipuan di Gmail
Periksa Alamat Pengirim
Selalu cek alamat email pengirim sebelum mengklik tautan. Jangan tergoda mengklik tautan dalam email yang mencurigakan atau tak dikenal, meski tampak resmi.
Periksa Keaslian Tawaran
Jika tawaran terdengar terlalu bagus, verifikasi dulu kebenarannya sebelum bertindak.
Aktifkan Verifikasi Dua Langkah
Lapisan keamanan tambahan ini dapat mencegah akses tak sah ke akun kamu.
Alat untuk Mengecek Link Berbahaya
Kamu bisa menggunakan alat gratis ini agar Gmail tetap aman:
Pemeriksa Tautan NordVPN: Cek URL untuk memastikan aman dari tautan berbahaya.
Sucuri Sitecheck: Pindai situs web dari virus atau malware.
Google Safe Browsing: Periksa keamanan situs secara langsung di halaman Safe Browsing Google.
VirusTotal: Analisis file atau URL mencurigakan untuk mendeteksi malware.
Laporan Transparansi Google: Masukkan URL mencurigakan untuk memastikan keamanannya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Forbes