INDOZONE.ID - TEMU adalah aplikasi asal China yang menyediakan layanan jual-beli barang secara online atau biasa disebut e-commerce. Cara kerja aplikasi ini memiliki kesamaan dengan Shopee, Tokopedia, Blibli, atau TikTok Shop.
Hal yang menggiurkan adalah penawaran dari aplikasi TEMU. Aplikasi ini mampu menyediakan beragam barang dengan harga jauh di bawah rata-rata pasar.
Selain murah, TEMU juga menawarkan diskon besar-besaran, bahkan ada yang menyentuh diskon 90 persen.
Aplikasi TEMU telah mengirimkan permohonan untuk melegalkan dirinya di Indonesia. Akan tetapi, pemerintah Indonesia menolak hal tersebut.
Penolakan ini berdasarkan pada kekhawatiran akan model bisnis yang digunakan Temu. Sebab, aplikasi tersebut membuat pabrik asal China dapat mengirimkan barang langsung ke konsumen.
Sementara itu, dalam kebijakan di Indonesia, pengiriman dari pabrik langsung ke konsumen tidak sesuai dengan aturan.
"TEMU ini mendisrupsi, kita harus melindungi UMKM, kita karena menyangkut lapangan pekerjaan lokal. Ini terdisrupsi karena mereka dari pabrik itu langsung jual ke konsumen, barangnya juga dari negara lain. Ini kan kasihan UMKM kita, karena itu Kemenkominfo tetap berkomitmen menjaga UMKM kita," kata Menkominfo Budi Arie Setiadi, dikutip dari ANTARA, Kamis (4/10/2024).
Pihak berwenang khawatir mengenai dampak dari penggunaan aplikasi ini. Mereka menganggap pasar domestik Indonesia akan terancam dengan keberadaan TEMU.
Setidaknya, akan ada dua ancaman. Pertama, model bisnis Factory-to-Consumer dapat menurunkan harga produk lokal secara drastis, sehingga berpotensi menyebabkan penurunan tajam dalam penjualan dan pendapatan bisnis lokal, khususnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Kedua, memungkinkan persaingan ketat terjadi dan yang paling terdampak adalah bisnis lokal. Sebab, produsen Temu akan mendapatkan keuntungan besar dengan akses ke bahan baku yang murah dan tenaga kerja besar.
Kemudian, yang akan mereka lakukan selanjutnya adalah memproduksi barang dalam skala besar dengan biaya murah.
Jika hal tersebut terjadi, maka bisnis lokal akan mengalami hal yang sebaliknya. Bisnis lokal harus dihadapkan pada biaya bahan baku lebih tinggi dan kendala upah minimum, sehingga kesulitan untuk bersaing secara efektif.
Sejauh ini, pemerintahan Indonesia menanggapi masalah kemajuan teknologi dalam bidang ekonomi dengan cukup baik.
Sebelumnya, mereka juga pernah melarang aplikasi TikTok Shop yang memberikan harga murah sehingga mengancam keberadaan pedagang di pasar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA, The Diplomat