INDOZONE - Elon Musk, pemilik platform media sosial X (sebelumnya Twitter), tampaknya tidak hanya puas dengan bersaing di bidang pembayaran dan daftar pekerjaan.
Kini, X berencana untuk memasuki ranah yang lebih kompetitif, yakni video konferensi.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi ambisius X untuk menjadi platform serba bisa yang menggabungkan komunikasi, transaksi, dan networking dalam satu aplikasi.
Latar Belakang dan Pengembangan Awal
Selama puncak pandemi COVID-19, banyak perusahaan mengadopsi kerja hibrida dan dari rumah sebagai langkah mitigasi untuk membatasi penyebaran virus.
Akibatnya, alat konferensi video seperti Zoom, Microsoft Teams, dan Google Meet menjadi sangat penting dalam menjaga komunikasi yang efektif di dalam organisasi.
Seiring berjalannya waktu, banyak perusahaan yang kemudian menjadikan kerja jarak jauh sebagai bagian dari strategi untuk mengurangi biaya operasional.
Baca Juga: Anak Kuliahan Suka Banget Pakai X, Ini Toh Alasannya!
Melihat tren ini, X yang berada di bawah kendali Elon Musk, mulai mengembangkan alat konferensi video yang bertujuan untuk menantang dominasi pemain-pemain besar seperti Zoom, Google Meet, dan Microsoft Teams.
Menurut laporan dari TechCrunch, alat ini masih dalam tahap uji coba, tetapi sudah menunjukkan tanda-tanda yang menjanjikan.
Uji Coba dan Fitur-Fitur yang Diunggulkan
Chris Park, salah satu karyawan di X, baru-baru ini membagikan informasi bahwa perusahaan telah melakukan konferensi internal pertama menggunakan alat ini.
Menurutnya, umpan balik awal dari tim sangat positif, dan perusahaan kemungkinan besar akan mengembangkan lebih lanjut beberapa fitur kunci seperti kemampuan untuk menyematkan (pin) pembicara utama dan peningkatan notifikasi ketika ada peserta yang bergabung atau meninggalkan rapat.
Park juga menambahkan bahwa alat ini merupakan alternatif yang kuat untuk Google Hangouts, Zoom, AWS Chime, dan Microsoft Teams. Beberapa fitur yang diunggulkan meliputi:
- Visual yang Lebih Baik: Notifikasi yang lebih jelas ketika seseorang bergabung atau meninggalkan rapat.
- Kemampuan untuk Menyematkan Pembicara: Pengguna dapat menyematkan peserta utama atau pembicara sehingga tetap menjadi fokus selama rapat.
- Pengurangan Pergantian Panel Utama: Mengurangi perubahan panel utama yang sering kali membuat pengguna melihat wajah mereka sendiri secara berulang-ulang.
Selain itu, seorang peneliti aplikasi yang dikenal dengan nama P4mui di platform X menunjukkan bahwa pengguna akan dapat membuat rapat baru langsung dari aplikasi iOS, baik secara instan atau dijadwalkan untuk nanti, mirip dengan alat konferensi online lainnya.
Potensi Integrasi dengan Spaces
X sudah memiliki produk bernama Spaces yang memungkinkan pengguna melakukan live streaming video.
Alat-alat seperti Zoom dan Google Meet memungkinkan pengguna beralih antara konferensi video dan streaming bergaya seminar.
Oleh karena itu, tidak mengejutkan jika X memutuskan untuk menggabungkan kedua produk ini menjadi satu.
Beberapa pengguna bahkan mengungkapkan keinginan mereka agar fitur-fitur yang ada di Spaces bisa diintegrasikan ke dalam alat konferensi video ini.
Misalnya, ada pengguna yang berharap X Spaces memiliki chat langsung atau video grup horizontal, yang saat ini belum tersedia.
Menanggapi ini, Park menyatakan bahwa perubahan-perubahan ini akan segera diterapkan pada Spaces.
Hal ini menimbulkan spekulasi bahwa X mungkin sedang merencanakan integrasi antara fitur-fitur Spaces dan alat konferensi video yang baru.
Baca Juga: Wasapada! Situs Palsu Disebar Pakai Link Mirip untuk Zoom dan Google Meet, Jadi Sarang Malware
Masalah Privasi dan Keamanan
Meskipun alat ini menunjukkan potensi yang besar, ada beberapa kekhawatiran yang perlu diperhatikan sebelum alat ini diluncurkan secara luas.
Pada awal tahun ini, ketika X meluncurkan fitur panggilan, fitur tersebut diaktifkan secara default untuk semua pengguna.
Hal ini menimbulkan masalah privasi, seperti tidak adanya perlindungan masking alamat IP secara default.
Sebelum X membuat fitur konferensi ini tersedia untuk semua pengguna, perusahaan perlu memperhatikan dengan serius kontrol privasi dan keamanan.
Fitur seperti penggunaan kode unik untuk setiap rapat, yang memungkinkan hanya peserta yang memiliki kode yang bisa bergabung, dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan keamanan.
Namun, X harus memastikan bahwa alat ini tidak hanya memenuhi kebutuhan fungsional, tetapi juga melindungi privasi pengguna.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Techcrunch.com, Windowscentral.com