Jumat, 23 AGUSTUS 2024 • 23:14 WIB

Diduga Buang Air Limbah yang terkontaminasi dari Starbase, SpaceX Dikenakan Tuduhan Pelanggaran UU Air Bersih

Author

Satelit Starlink SpaceX. (SpaceX)

INDOZONE.ID - SpaceX diduga melakukan pelanggaran terhadap Undang-Undang pembuangan air limbah di lokasi peluncurannya Boca Chica, Texas, yang menyebabkan pencemaran di perairan sekitarnya.

Dikutip dari The Verge, media berita tersebut mendapatkan catatan investigasi dan pemberitahuan dari Environmental Protection Agency (EPA) dan Texas Commission on Environmental Quality (TCEQ) yang dikirimkan kepada SpaceX terkait pelangaran yang terjadi di fasilitas Starbase-nya.

SpaceX menyebut bahwa berita itu "Tidak akurat secara faktual" dalam sebuah postingannya pada platform media sosial X milik Elon Musk. The Verge belum bisa memverifikasi laporan ini secara independen dan sudah meminta catatan dari EPA dan TCEQ, dan tidak ada lembaga yang langsung mengonfirmasi kebenaran atas tuduhan tersebut.

"Ada tindakan penegakan hukum yang tertunda. Oleh karena itu, kami tidak dapat memberikan komentar lebih lanjut untuk saat ini. Komentar apapun dari lembaga tersebut dapat membahayakan integritas proses penegakan hukum kami," kata TCEQ dalam email.

Baca Juga: Starship, Roket Raksasa Terkuat Milik SpaceX Sukses Meluncur dan Catat Rekor Penting

Starbase adalah rumah bagi Starship, sistem transportasi yang dapat digunakan kembali yang sedang dibangun dan diuji SpaceX dengan harapan dapat membawa manusia ke Bulan dan, suatu hari, mungkin dapat mencapai Mars. Namun, pelanggaran yang dituduhkan kepada SpaceX dapat membahayakan peluncuran di masa mendatang dan menempatkan perusahaan pada risiko hukum, dikutip dari The Verge.

Pelanggaran yang dituduhkan kepada SpaceX dapat membahayakan peluncuran di masa mendatang dan dapat menyebabkan perusahaan dalam risiko hukum.

Uji terbang pertama Starship tahun lalu meninggalkan kekacauan, pesawat ruang angkasa besar tersebut meledak dan hancur saat melakukan peluncuran. Uji coba tersebut juga menghancurkan landasan peluncuran.

Puing-puing yang beterbangan menghantam satu mobil, dan gumpalan debu dilaporkan mencapai pemukiman beberapa mil jauhnya serta tempat bersarang bagi burung dan penyu laut yang terancam punah. Starbase terletak di sepanjang Pantai Teluk Texas, dekat lahan basah dan suaka margasatwa.

Baca Juga: SpaceX Milik Elon Musk Dikabarkan Bangun Jaringan Satelit Mata-mata untuk Intelijen AS

Setelah ledakan tersebut, SpaceX bergegas membangun kembali landasan peluncuran dengan memasang sistem penenggelaman air yang berfungsi untuk meredam panas, energi, dan suara yang luar biasa dari peluncuran. Perusahaan tersebut melewatkan proses perizinan dalam keadaan tergesa-gesa.

EPA meluncurkan penyelidikan dan menuntut informasi lebih lanjut tentang pembuangan air limbah sekitar sebulan setelah SpaceX menjalankan uji tekanan penuh pada sistem tersebut pada bulan Juli 2023. Badan tersebut dilaporkan memberi tahu SpaceX pada tanggal 13 Maret bahwa mereka melanggar Undang-Undang Air Bersih federal.

Bagaimanapun juga, SpaceX tetap melakukan pengujian terbang ketiganya pada 14 Maret. Tetap melanjutkan dengan menggunakan "deluge system" selama peluncuran tanpa izin yang layak sehingga dapat meningkatkan risiko hukum. SpaceX akhirnya mengajukan izin, di lebih dari 100 hari setelah menerima pemberitahuan dari EPA.

TCEQ melakukan peninjauan catatan pemenuhan untuk menentukan apakah SpaceX mematuhi peraturan air limbah pada 25 Juli tahun ini. TCEQ menetapkan bahwa SpaceX telah membuang air limbah industri tanpa izin sebanyak empat kali sejak Maret. TCEQ juga mengatakan bahwa mereka telah menerima sedikitnya 14 laporan di wilayah tersebut yang menuduh adanya dampak lingkungan dari sistem pembuangan limbah SpaceX. TCEQ mengirimkan pemberitahuan pelanggarannya kepada SpaceX minggu lalu.

SpaceX tidak menanggapi permintaan untuk berkomentar dari The Verge , tetapi postingannya di X mengklaim bahwa EPA dan TCEQ telah mengizinkan untuk tetap menggunakan sistem deluge dan menyampaikan bahwa mereka beroperasi di bawah sistem izin terpisah.

"Sepanjang kami berkoordinasi dengan TCEQ dan EPA, dengan eksplisit kami menanyakan apakah pengoperasian Deluge System harus dihentikan? dan kami diberitahu bahwa pengoperasian bisa dilanjutkan," katanya.

Perusahaan tersebut juga menyebutkan bahwa Deluge System tidak menyebabkan kerusakan terhadap lingkungan. Disebutkan bahwa mereka telah mengirimkan sampel udara, air dan tanah yang berasal dari dekat landasan untuk diuji ke laboratorium independen dan terakreditasi setelah menggunakan Deluge System. Sejauh ini, hasil dari pengujian tersebut hanya menunjukkan sedikit sekali jejak kontaminan.

Laporan yang dikutip dari The Verge membantah klaim tersebut, terutama menyangkut dengan merkuri. SpaceX mengklaim bahwa sampelnya menunjukkan "tidak ada kadar merkuri yang terdeteksi sama sekali atau ditemukan dalam beberapa kasus kadarnya jauh di bawah batas yang ditetapkan EPA untuk air minum." dikutip dari The Verge, CNBC menyatakan:

Namun SpaceX menulis dalam permohonan izinnya pada bulan Juli — di bawah tajuk Persyaratan Pengujian Khusus - Tabel 2 untuk Saluran Pembuangan: 001 — bahwa konsentrasi merkuri di satu lokasi pembuangan adalah 113 mikrogram per liter. Kriteria kualitas air di negara bagian tersebut mengharuskan kadar tidak lebih tinggi dari 2,1 mikrogram per liter untuk toksisitas akuatik akut dan kadar yang jauh lebih rendah untuk kesehatan manusia.

SpaceX menindaklanjuti dengan tanggapan lain pada X hari ini yang mengatakan bahwa "mungkin ada kesalahan ketik dalam satu tabel versi publik awal TCEQ dari permohonan izin"

Pada hari Senin, FAA menunda rapat yang awalnya direncanakan minggu ini yang dimaksudkan untuk membahas rancangan penilaian lingkungan untuk "rencana SpaceX untuk meningkatkan peluncuran dan pendaratan wahana Starship/Super Heavy yang dijadwalkan di lokasi Peluncuran Boca Chica."

Ketika ditanya mengapa rapat ditunda, juru bicara FAA mengatakan bahwa mereka sedang menunggu dokumentasi tambahan dari SpaceX tetapi tidak mau mengungkapkan dokumen apa saja yang dimaksud.

Kemungkinan akan terjadi pertarungan hukum. Sebuah organisasi non-profit di Rio Grande Valley, Texas bernama SaveRGV dilaporkan mengirimkan SpaceX pemberitahuan untuk menuntut pada bulan Juni atas Deluge System yang diduga membuang air limbah tanpa izin.

Pemerintah sedang mencari ganti rugi dan hukuman perdata untuk setiap potensi pelanggaran Undang-Undang Air Bersih yang dituduhkan kepada SpaceX.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: The Verge

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU