Rabu, 20 DESEMBER 2023 • 13:36 WIB

Wow! Perusahaan China Hidupkan Lagi Orang Mati dengan Teknologi AI

Author

Perusahaan China hidupkan orang mati dengan AI.

INDOZONE.ID - Berawal dari kerinduan kepada sosok yang sudah pergi, perusahaan-perusahaan di China berlomba menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati dengan teknologi AI (artificial intelligence) alias kecerdasan buatan.

Melansir South China Morning Post (SCMP), penciptaan orang-orang yang sudah meninggal ini hanya mengandalkan materi audio visual berdurasi 30 detik dari almarhum.

Para ahli mengatakan, menghidupkan lagi orang yang telah meninggal dapat memberikan kenyamanan bagi orang-orang yang terpukul karena kehilangan orang yang mereka cintai.

Namun ini juga menimbulkan keresahan, seperti yang digambarkan dalam serial fiksi ilmiah Inggris, Black Mirror, di mana orang-orang mengandalkan AI canggih untuk memberikan dukungan pada saat berduka.

Baca Juga: Google Klaim Chatbot AI Gemini Lebih Canggih dan Pintar, Mengalahkan Kecerdasan Manusia

"Dalam hal teknologi AI, China berada di kelas tertinggi di dunia. Dan ada begitu banyak orang di China, banyak di antaranya yang memiliki kebutuhan emosional, sehingga memberi kami keuntungan dalam hal permintaan pasar," kata Pendiri Perusahaan AI Super Brain, Zhang Zewei dikutip Z Creator Indozone, Rabu (20/12/2023).

Perusahaan China hidupkan orang mati dengan AI.

Pendiri Silicon Intelligence yang berbasis di Nanjing Sima Huapeng menambahkan, teknologi ini akan menghadirkan humanisme jenis baru.

Ia menyamakannya dengan potret dan fotografi, yang membantu orang memperingati orang mati dengan cara yang revolusioner.

Di sisi lain, peneliti tamu di Pusat Kematian dan Masyarakat di Universitas Bath, Inggris, Tal Morse mengungkapkan, pihaknya khawatir dengan keberadaan bot hantu ini.

Sebab, di balik kenyamanan yang diberikan untuk orang yang ditinggalkan, bot hantu ditakutkan akan mencemari ingatan orang yang ditinggalkan terhadap sifat dan sikap asli dari orang yang sudah meninggal.

"Pertanyaan kuncinya di sini adalah, seberapa setia bot hantu terhadap kepribadian yang dirancang untuk mereka tiru. Apa yang terjadi jika mereka melakukan hal-hal yang akan mencemari ingatan orang yang seharusnya mereka wakili?" kata Morse.

Kebingungan lain muncul dari ketidakmampuan orang yang sudah meninggal untuk memberikan persetujuannya pun muncul.

Baca Juga: Belum Sesuai Harapan, Google Tunda Perilisan Chatbot AI Gemini

Perusahaan China hidupkan orang mati dengan AI.

Meskipun mungkin tidak diperlukan izin untuk meniru ucapan atau perilaku, izin mungkin diperlukan untuk melakukan hal-hal tertentu dengan simulakrum tersebut. Oleh karenanya, penelitian lebih lanjut dari teknologi ini perlu dilakukan.

Sementara itu, bagi Zhang dari Super Brain, semua teknologi baru adalah pedang bermata dua.

"Selama kami membantu mereka yang membutuhkan, saya tidak melihat ada masalah," ungkap Zhang.

Dia tidak bekerja dengan pihak-pihak yang mungkin terkena dampak negatif dari hal ini.

Writer: Putri Octavia Saragih


Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone.Yuk bikin cerita dan konten serumu serta dapatkan berbagai reward menarik! Let's join Z Creators dengan klik di sini.

Banner Z Creators.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Scmp

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU